Kabar DesaPendidikan

KKN PPM UGM Garap Pupuk Kompos, Lebah Madu, dan Susu di Desa Wisata Brubuh

NGAWI — Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2 pada tahun 2020 di desa Brubuh mendukung pengoptimalan Desa Wisata dengan menggarap beberapa produk.

Dalam rangka mendukung pesona wisata, produk-produk yang dioptimalkan antara lain pupuk kompos, lebah madu, dan susu. Hal tersebut sesuai dengan tema yang diusung yaitu Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas Masyarakat pada Masa Pandemi COVID-19 guna Mendukung Eco-Tourism serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam.

Herdian Ibnu Arisfauzi, mahasiswa Jurusan Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan UGM memperhatikan kontribusi bidang peternakan, mengingat sebagian warga memelihara ternak sapi.

Selain penanganan ternak selama Idul Adha yang telah berlalu, Herdian melaksanakan program KKN berupa pembuatan pupuk kompos, budidaya lebah madu, dan pencegahan stunting dengan susu.

Program penanganan ternak selama Idul Adha lalu bertujuan untuk mengurangi risiko bahaya yang dapat timbul akibat dari kesalahan penanganan ternak. Penanganan ternak yang tepat dapat meningkatkan keamanan bagi panitia kurban, warga sekitar, dan dapat pula mempertahankan kualitas produk ternak.

Baca Juga :   Seloondo Ngrayudan Terus Berbenah

“Dengan demikian, perayaan Idul Adha kemarin dapat berjalan dengan lancar,” ujar Herdian melalui keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (24/08/2020).

Lebih lanjut Herdian menjelaskan pembuatan pupuk kompos dan budidaya lebah madu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas warga pada masa pandemi COVID-19.

Pembuatan pupuk kompos mengubah kotoran ternak yang bersifat mengganggu kenyamanan para wisatawan yang berkunjung menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan.

“Pupuk kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk memupuk bunga dan pepohonan di sekitar objek wisata,” terangnya.

Untuk lebah madu stingless yang dibudidayakan tidak hanya berpotensi menambah penghasilan warga dari produk yang dihasilkannya, namun dapat pula berperan untuk mendukung pesona desa wisata. Lebah madu dapat membantu penyerbukan secara alami pada bunga dari pepohonan di sekitar obyek wisata.

Foto : Dok. Tim KKN PPM UGM

Melalui ternak, Herdiana pun berharap warga mampu mencegah stunting melalui program minum susu yang dikenal tinggi akan nilai gizi dapat dimanfaatkan untuk mencegah stunting. Warga dengan kebutuhan gizi yang terpenuhi akan lebih resisten terhadap stunting.

“Sehingga pertumbuhan dan perkembangan dapat berjalan dengan baik, serta tingkat kesehatan dan kecerdasan warga dapat terus meningkat,” tegasnya.

Baca Juga :   Ngrayudan Menuju Launching Wisata Cunthang River Tubing

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. menekankan pentingnya melestarikan flora hutan Gunung Lawu, mewujudkan dan memelihara keindahan, serta kenyamanan obyek wisata Desa Brubuh.

“Tegakan pepohonan dapat memberikan nilai keindahan seperti penampakan batang, tajuk, warna, dan bentuk daun,” ujar Atus yang menekuni keanekaragaman flora hutan pegunungan di Pulau Jawa.

Menurutnya, destinasi wisata Srambang park dan Sumber Koso itu menawan berkat batang-batang pohon pinus yang berjajar rapi dan subur. Pengolahan pupuk kompos dari kotoran sapi dan pengusahaan lebah madu tentu akan mendukung ke arah sana.

Program-program KKN-PPM UGM tersebut terus disosialisasikan kepada warga Desa Brubuh melalui buku dan booklet, baik berbentuk softfile maupun hardfile yang telah diterima oleh perangkat Desa Brubuh.

Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi warga Desa Brubuh dengan berbagai kegiatan positif selama di rumah saja. Dengan demikian mampu menjadikan Pesona Wisata Desa Brubuh terus berkembang. (*/kn)

Tags
Show More

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + 9 =

Back to top button
Close