Hajatan pilkada Ngawi 2015 hampir pasti hanya diikuti dua pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati. Yakni, paslon menggunakan kendaraan partai politik (parpol) lawan via jalur independen. Prediksi itu gampang sekali ditebak. Pasalnya, saat mendaftar ke KPUD Ngawi, kemarin (26/7) pasangan petahana Budi ‘Kanang’ Sulistyono-Ony Anwar Harsono (OK) resmi diusung 9 parpol dengan total 478.863 suara sah atau 94 persen.
Sembilan parpol itu meliputi PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKS, PAN, Partai Golkar, PKB, Partai Demokrat, Partai Hanura dan Partai Gerindra. Hanya, PPP yang punya dua kursi di dewan yang tidak ikut mengusung. Dengan berkoalisinya 9 parpol itu, praktis menutup kesempatan pasangan calon lain yang berniat berangkat via partai politik.
Yang paling potensial menjadi lawan itu hanya satu dari jalur independen, yakni pasangan Agus Bandono-Adi Susilo (ABAS) yang beberapa waktu lalu dinyatakan layak macung oleh KPUD setempat. Pasangan ABAS itu sebenarnya bukan orang asing bagi bacalon bupati Budi ‘Kanang’ Sulistyono karena sama-sama teman sekelas saat SMP. Kabarnya, pasangan ABAS bakal mendaftar ke KPUD Senin (27/7) hari ini.
‘’Kami siap dengan segala risiko, dan terima kasih untuk parpol yang sudah memberikan rekomendasi untuk pasangan OK,’’ ujar Kanang ditemui usai mendaftar di kantor KPUD Ngawi.
Tak bisa dipungkiri, salah satu risiko sekaligus lawan yang bakal dihadapi semua pasangan adalah Golput. Kanang mengaku sudah menyiapkan strategi menghadapi segala bentuk ancaman, baik dari pasangan ABAS maupun tempat pemungutan suara (TPS) kosong hingga golput. Selain intensif berkoordinasi dengan seluruh elemen terkait, pihaknya juga bakal melakukan mobilisasi kepada masyarakat, khususnya calon pemilih, tentang pendidikan politik. ‘’Mereka (masyarakat, Red) harus diberikan pemahaman politik,’’ jelasnya.
Khususnya menghadapi TPS yang terancam sepi pemilih dan suara golput, Kanang bakal berkoordinasi dengan seluruh pemangku desa. Pihaknya akan meminta bantuan garda depan pemegang wilayah itu dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Kanang berharap para calon pemilih memberikan hak suaranya, baik itu bagi OK maupun pasangan lain yang nantinya ditetapkan sebagai lawan. ‘’Kami akan berupaya agar pemilih-pemilih itu datang ke TPS,’’ bebernya sembari berujar pasang target 90 persen suara pada pilkada nanti.
Sementara, Ketua KPUD Ngawi Syamsul Wathoni menyebut persyaratan bakal pasangan calon Kanang-Ony masih diteliti. Namun secara umum, kata dia, syarat yang diserahkan OK melebihi angka minimal yang ditetapkan KPUD. Sesuai yang dikatakan Kanang sebelumnya, pencalonan OK diusung 9 parpol. Yakni PDIP, NasDem, PKS, Hanura, PAN, Demokrat, PKB, Gerindra dan terakhir Golkar. Total 43 kursi minus PPP yang tidak memberikan dukungannya ke OK. ‘’Syarat dukungan sudah terpenuhi,’’ ujarnya.
Toni –sapaan akrabnya- menambahkan gabungan 9 parpol tersebut mengumpulkan suara pemilu 2014 sebanyak 478.863 dari total 508.378 atau 94 persen. Sementara syarat lain, Toni mengatakan pasangan OK juga sudah menyerahkan berkas pencalonan dan surat pernyataan persetujuan dukungan seluruh parpol pengusung. ‘’Syarat administrasinya sudah lengkap. Kalau ada kesalahan nanti pasangan pendaftar akan kami minta memperbaikinya,’’ jelasnya.
Berikutnya, pasangan OK akan melakoni rangkaian tes kesehatan di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Sesuai kesepakatan, kata dia, OK dijadwalkan tes pada 29-30 Juli nanti. Dijelaskan, uji kesehatan tersebut nantinya juga diikuti seluruh bakal pasangan calon di 10 KPUD kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur yang menyelenggarakan pilkada serentak. ‘’Jadwalnya sebenarnya 27-30 Juli. Tapi disepakati 29-30 Juli. Rangkaian tes kesehatan itu standar calon presiden,’’ pungkasnya.
































