Kabar Ngawi

Upacara Tradisi Jamasan Pusaka Kabupaten Ngawi Di Tengah Situasi Pandemi

NGAWI — Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar upacara adat tahunan Jamasan Pusaka di Pendopo Wedya Graha dengan tampil beda. Di tengah situasi pandemi, semua nampak mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Upacara adat yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Ngawi ke-662 tersebut merupakan upacara mengeramasi, mencuci, atau menjamas empat pusaka kabupaten Ngawi yang terdiri dari dua Tombak dan dua Payung.

Ada Tombak Kyai Singkir dan Tombak Kyai Songgolangit. Kemudian ada payung Tunggul Wulung dan Tunggul Warono yang dijamas oleh para sesepuh kabupaten dari paguyuban permadani Ngawi yang keseluruhan menggunakan masker serta faceshield.

Keempat pusaka diambil dari gedung pusaka Pendopo Wedya Graha Ngawi untuk kemudian dijamas dihadapan Bupati, Wakil Bupati, beserta seluruh jajaran Forum Pimpinan Komunikasi Daerah (Forkopimda) Ngawi yang berpakaian seragam khusus beserta pasangan masing-masing.

Foto : Istimewa

Empat pusaka tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah kabupaten Ngawi yang kini memasuki usia 662 tahun. Kabupaten Ngawi dalam sejarahnya merupakan wilayah dari kerajaan Majapahit.

Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono (Kanang) dalam keterangannya menyampaikan bahwa tradisi jamasan pusaka diharapkan menjadi warisan budaya dan tradisi yang tetap dijaga. Jamasan adalah mengenang sejarah yang harus dilestarikan.

Baca Juga :   VIDEO : Detik-detik Perobohan Tugu Kartonyono Ngawi

“Pusaka ini setiap tahun menjelang hari jadi selalu kita sucikan atau kita jamas. Di tengah pandemi ini protokol kesehatan tetap dijalanan, kewajiban kita menjaga tradisi tetap terjaga,” ujar Kanang.

Senada dengan Kanang, Wakil Bupati Ony Anwar menegaskan bahwa jamasan pusaka merupakan salah satuh bentuk syukur kabupaten Ngawi kepada Alloh SWT karena senantiasa diberikan keberkahan dan keselamatan.

“Bentuk syukur adalah dengan melestarikan budaya, apa yang menjadi peninggalan dari pemimpin atau leluhur, dengan membersihkan beberapa pusaka atau piandel agung kabupaten Ngawi yang selama ini selalu disucikan saat menjelang Hari Jadi Ngawi,” terang Ony.

Dalam jamasan pusaka tersebut juga disajikan tari-tarian khas kabupaten Ngawi yang punya makna sejarah khusus. Seluruh rangkaian acara menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVI-19. (cse)

Tags
Show More

KampoengNgawi

Media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi, kabar ngawi, kabar desa, pemerintahan, pendidikan, budaya, dan lainnya. Email : redaksi@kampoengngawi.com

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 10 =

Back to top button
Close