Perubahan besar di hidup Silviana Putri Damayanti dimulai pasca identitasnya berganti dari perempuan jadi laki-laki. Setelah menjalani operasi tahap pertama restrukruisasi penis di RSUD dr Soeroto Ngawi, pihak keluarga akan disibukkan dengan pengurusan administrasi kependudukan. Mulai dari akta kelahiran, kartu keluarga (KK) termasuk ijazah SD dan daftar ulang untuk keperluan data administrasi sekolahnya sekarang di SMPN 3 Ngawi. “Status dan namanya sudah ganti, jadi harus diurus ulang,” ujar Siti Nurjanah, bibi Vivi alias Rahmat seperti dilansir Radar Lawu, kemarin (25/1).
Kata dia, pihak keluarga sudah memutuskan nama baru Vivi itu Rahmat Nur Hidayat. Jenis kelamin sudah pasti berganti menjadi lak-laki. Disebutkan, perubahan jenis kelamin ini setelah Vivi alias Rahmat dinyatakan memiliki kelainan yang dalam istilah medis disebut Hipospadia. Itu karena lubang kencingnya berada di antaranya skortum, bukan di ujung alat kelaminnya. Sedangkan bentuk alat kelaminnya itu melengkung karena adanya jeratan. Sehingga saat bayi terlihat cenderung seperti alat kelamin perempuan. Di usia 14 tahun, Vivi menjalani operasi tahap pertama pembentukan penis hingga sempurna di RSUD dr Soeroto Ngawi pada 20 Januari 2015 lalu. Vivi Ganti Nama, Urus Ulang Akta, “Karena sudah pasti statusnya laki-laki ya kami urus mulai akta kelahiran, KK, ijazah karena ini menyangkut masa depannya dan identitas barunya,” jelasnya.
Dia menambahkan pihak keluarga langsung koordinasi dengan pihak sekolah. Ini lantaran yang mendorong agar adanya perubahan status ini justru dari pihak sekolah. Keluarga tentu berterima kasih atas saran dan masukan pihak sekolah. Sehingga sepatutnya juga meminta masukan terkait proses selanjutnya yang harus dilakukan pasca ganti status. ‘’Pak Munir (Kepala SMPN 3 Ngawi, Red) itu yang menjalin kerja sama dengan Dinkes membantu Rahmat, termasuk yang menfasilitasi kebutuhan selama operasi sampai sekarang juga sekolah,’’ ujarnya.
Siti menambahkan, dalam waktu dekat perwakilan keluarga akan ke sekolah. Selanjutnya akan berkonsultasi dengan pihak pemerintah desa Grudo. Dia menambahkan pihak desa sudah mengetahui adanya perubahan jenis kelamin itu. Sementara ini pihak keluarga masih fokus untuk kesembuhan Rahmat pasca operasi tahap pertama. ‘’Ibunya yang kerja di Surabaya juga izin ke pabriknya demi merawat Rahmat,’’ ujarnya.
Sementara, dari sisi medis Vivi alias Rahmat harus bersabar untuk sempurna menjadi laki-laki. Pasalnya, remaja 14 tahun asal Desa Grudo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi itu harus menjalani operasi restrukturisasi penis hingga dua kali lagi. Operasi tahap pertama sudah sukses dilaksanakan pada Selasa (20/1) lalu di RSUD dr Soeroto. ‘’Kami optimistis bakal berhasil dalam waktu enam bulan, ada tiga tahapan untuk sempurna seperti bentuk kelamin laki-laki,’’ ujar dr Aji Hidayat, Sp BA, salah seorang dokter spesialis bedah anak di tim yang menangani operasi Vivi alias Rahmad.
Aji menambahkan secara medis Vivi alias Rahmad memang condong ke laki-laki. Sebab dia mendapati tanda-tanda sekunder pada remaja 14 tahun itu. Justru tanda-tanda sekunder perempuan tidak didapatkan. Salah satunya masa menstruasi. Meski begitu dia memuji kondisi psikologis pasiennya itu yang terlihat tegar dan bersemangat. ‘’Secara klinisnya lebih condong ke laki-laki, dan orang awam melihat dia laki-laki bukan perempuan,’’ ungkapnya.
































