Waspada Banjir karena Debit Air Meninggi

Intensitas hujan untuk wilayah Ngawi dan sekitarnya diprediksi mengalami peningkatan. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menghimbau warga khususnya yang tinggal didekat bantaran sungai Madiun maupun bengawan Solo untuk meningkatkan kewaspadaan lantaran debit air pada alat ukur di jembatan Ngunengan ketinggiannya sudah mencapai 5,5 Meter.

“Kami tetapkan siaga banjir jika ketinggian Bengawan Solo mencapai 7 meter nantinya,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono, (28/12).

Masih menurutnya, puihaknya terus memantau perkembangan kondisi cuaca di wilayah hulu Ponorogo-Kali Madiun dan hulu Wonogiri. Alasannya, jika di dua hulu itu hujan deras secara bersamaan hampir pasti Kecamatan Kwadungan di wilayah Ngawi timur maupun Karanganyar di sebelah barat dipastikan terendam banjir.

Waspada Banjir karena Debit Air Meninggi. “Jika dari aliran Kali Madiun tidak masuk ke Bengawan Solo, maka debitnya di DAS semakin tinggi,” ujarnya.

Sementara, khusunya di tiga desa di wilayah Kecamatan Kwadungan, yang sudah menjadi langganan banjir saat musim penghujan datang, masih menurut Heru, warga sudah terlatih dan terbiasa menghadapi bencana banjir tahunan ini.

“Mereka sudah terlatih dan mendapat pembinaan dari BPBD provinsi,” pungkasnya. (sinarngawi)

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com