NGAWI — Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Dispertan) kabupaten Ngawi menyelenggarakan sosialisasi Program Peningkatan Kualitas Bahan Baku di lima kecamatan yang mempunyai tanaman tembakau terbanyak, Senin (22/06/2020).
Sosialisasi tersebut difokuskan pada kegiatan penerapan budidaya tembakau yang lebih baik dengan diikuti oleh ketua dan perwakilan anggota kelompok tani penerima kegiatan serta para pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) kabupaten Ngawi.
Dispertan Ngawi mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau untuk memberikan bantuan yang bersifat stimulan kepada para petani tembakau seperti bibit tembakau, pupuk, dan juga pestisida
“Kelompok tani yang mendapat bantuan adalah kelompok yang sudah mempunyai pengukuhan dari pemerintah dan harus membuat proposal atau usulan kebutuhan kelompok,” terang Wibowo, Kepala Bidang Perkebunan dan Holtikultura Dispertan Ngawi, Senin (22/06/2020).
Lebih lanjut Wibowo menegaskan bahwa adanya pendampingan dari APTI, harapannya bisa memberikan motivasi kepada para petani tembakau untuk lebih berkomitmen dalam peningkatan areal tanam serta meningkatkan mutu hasil produksi tembakau di Ngawi.
Pasar tembakau masih terbuka luas. Dengan pengelolaan yang baik, hasil dari tanaman tembakau lebih besar dibandingan dengan padi. Wibowo berharap, brand tembakau di Ngawi khususnya di Karangjati akan bangkit lagi.
“Mudah-mudahan bisa menjadi ikon tersendiri buat komoditi perkebunan di Kabupaten Ngawi,” imbuh Wibowo.
Sementara itu, Sojo, Ketua APTI Kabupaten Ngawi pun berharap untuk ke depannya pemerintah bisa terus memberikan alokasi bantuan yang lebih besar, sehingga bisa menjangkau sebagian besar kelompok tani tembakau di seluruh wilayah Ngawi.
Pihaknya menilai, tanaman tembakau saat ini menjadi alternatif petani hadapi musim kemarau panjang. Selain nilai ekonominya tinggi, tanaman tembakau tidak membutuhkan banyak air. Menurutnya Sojo, peralihan musim adalah masa terbaik tanam tembakau.
“Selama periode tanam tersebut daun tembakau dari satu tanaman tembakau bisa dipanen lima hingga tujuh kali,” ujarnya.
Sojo juga menyampaikan, apabila dikelola dengan benar dan didukung oleh cuaca yang bagus, produksi perhektar lahan rata rata bisa mencapai lebih dari 1 ton. (cse)































