NGAWI — Jamasan Pusaka merupakan salah satu agenda rutin dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ngawi. Tahun ini, Ngawi memasuki usia ke-662 tahun. Agenda Jamasa Pusaka kali ini akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
Pusaka yang dijamas ada 4 macam, Tombak Kyai Singkir, Tombak Kyai Songgolangit, Payung Tunggul Wulung, dan Payung Tunggul Warono. Biasanya dijamas (dicuci) oleh sesepuh kabupaten Ngawi diiringi dengan berbagai upacara adatnya.
Namun tahun ini akan sedikit berbeda. Jika biasanya ada tari-tarian, ada jamuan makan, ada ratusan orang, Jamasan Pusaka dalam rangka Hari Jadi Ngawi ke-662 diselenggarakan secara sederhana. Cukup 50 orang yang akan melakukan prosesi.
Hal tersebut dibenarkan oleh Plt. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi, Suyanto bahwa Jamasan Pusaka dijadwalkan tanggal 6 Juli 2020 mulai jam 8 pagi di Pendopo Wedya Graha.
Selain jamasan, rangkaian peringatan Hari Jadi Ngawi ke-622 yang boleh dilaksanakan adalah malam tirakatan. Tentu dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Wajib bermasker, cuci tangan pakai sabun, dan dijalankan dengan disiplin.
Karena pandemi COVID-19, acara perayaan seperti panggung hiburan, perlombaan, dan ziarah, maupun kirab budaya juga ditiadakan. (cse)
































