Jumat, 19/08 ada sebanyak 210 bungkus telah dibagikan di Ngawi kota, Selopuro, dan Kedunggalar oleh tim Sedekah Nasi Ngawi yang di-korlapi oleh Indah Ayu Kumalasari. Aksi Sedekah Nasi Ngawi (SN Ngawi) ini bukan kali pertama dalam membagi – bagikan nasi bungkus di Ngawi dan sekitarnya. Sudah lama aksi yang digagas oleh Erik Kristiari ini bergulir, berjalan, dan terus menuai kebermanfaatan.
[quote]
“Alhamdulillah, Jumat kemarin (19/08), meskipun tidak ikut keliling tapi ikut meleleh melihat teman – teman Sedekah Nasi Ngawi semangat “menabung”. Ada emak cantik yang baru ikut gabung dan langsung ambrol terharu mendengar banyak doa yang diucap saat membagikan, dijamin, bakal jadi kecanduan”.
[/quote]
Itulah salah satu ungkapan rasa syukur dari Erik Kristiari, pelopor gerakan Aksi Sedekah Nasi Ngawi, sekaligus memberikan semangat untuk kita semua bisa turut serta dalam beraksi sosial di manapun dan dengan cara apapun.
Dalam Islam, sedekah berarti berbagi sebagaian dari harta. Seorang Muslim dianjurkan untuk berbagi dengan tujuan membersihkan sebagian harta yang ia terima. “Sedekah ini membersihkan sebagian dari rizki yang kita terima”. Sedekah Nasi Ngawi ini secara rutin membagi – bagikan nasi bungkus kepada tukang sampah, tukang becak, kuli bangunan, pedagang asongan, dan mereka yang membutuhkan setiap hari jumat.
Mbak Erik, sapaan akrab dari lulusan Universitas Brawijaya ini juga menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh pihak yang terkait Aksi Sedekah Nasi Ngawi selama ini melalui akun Facebooknya, “Jazakillah khairon katsiro. Barakallah buat yang menerima, yang donasi, yang masakin, yang ikutan ngider, yang ikutan menyebarkan virus ini, Semoga Sang Muara Segala Doa meridhoi apa yang telah kita kerjakan. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin.”































