PADAS – Hasil pertanian komoditas padi di Ngawi masuk dalam kategori besar dan turut menyumbang dalam program swasembada nasional. Dengan tujuan lebih meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Ngawi, petani didukung dengan penggunaan alat yang efektif dan efisien.
Seperti yang dilakukan di dusun Plesingan, Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas ini Petani Ngawi Sudah Mulai Menggunakan Mesin Tanam Padi Jarwo (Jajar Legowo).
Jajar legowo merupakan salah satu metode menanam padi yang bisa meningkatkan produktivitas. Inti metode ini mengatur jarak tanam yang dipercaya bisa mengurangi jumlah pupuk, memperlancar proses fotosintesis dan meminimalkan gangguan hama.
Setiyono Tenaga Harian Lepas Tenaga Pembantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) Ngawi dalam akun Facebooknya menyampaikan bahwa petani di desa Sukowiyono, Padas melakukan sistem tanam padi varietas baru unggul M400 dengan mesin Jajar Legowo 20 X 20 legowo 40 cm, Selasa (21/11/2017).
“Potensi hasil pertanian dari lahan di Sukowiyono, Padas ini akan bisa menghasilkan potensi 12 ton/hektar,” begitu Setiyono menguraikan.
Kementerian Pertanian RI lewat litbangnya memang telah membuat mesin tanam padi yang bisa menerapkan metode Jajar Legowo. Mesin ini sesuai dengan karakter lahan sawah di Indonesia, sehingga penggunaannya bisa efesien.
Dalam spesifikasinya, mesin ini mampu menggantikan 20 tenaga kerja penanam padi untuk setiap hektarnya, sehingga mampu menurunkan biaya tanam sekaligus mempercepat waktu tanam.(cse)































