Kabar NgawiPendidikan

Bekali Pendidikan di Rumah Saat Pandemi, SMP Luqman Al Hakim Ngawi Adakan Orientasi Wali Santri Secara Online

NGAWI — SMP Luqman Al Hakim Ngawi mengadakan kegiatan Orientasi Wali Santri dengan mengusung Tema “Belajar di Rumah, Belajar tentang Rumah” pada Minggu, 25 Juli 2020 yang bertujuan membekali wali santri terkait peran orang tua dalam mendampingi santri belajar di masa pandemi ini.

Kegiatan tersebut mengundang pembicara Ustadz Bashori, S.Pd.I. yang merupakan Ketua DPW Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur sekaligus Direktur LPI Surya Melati Hidayatullah Tulungagung yang disebarkan melalui kanal Youtube SMP Luqman Al Hakim Ngawi.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Muhammad Fadlillah (pengampu Tahfidz SMP Luqman Al Hakim Ngawi) membuka acara secara daring tersebut dan dilanjutkan dengan materi Inti yang disampaikan oleh Ustadz Basori, S.Pd.I.

Di masa pandemi COVID-19 ini, sekolah dituntut untuk beradaptasi dan berikhtiar untuk para santri yaitu belajar dari rumah dengan menggunakan metode daring. SMP Luqman Al Hakim Ngawi yang biasanya mengusung model pendidikan berbasis asrama (boarding school), harus mengubah pola belajar para santrinya untuk belajar dari rumah.

Dibutuhkan kerjasama antara sekolah dengan wali santri untuk menyukseskan kegiatan belajar mengajar dengan metode daring. Dengan demikian, peran orang tua dalam mengawasi dan mendampingi para santri untuk belajar akan lebih banyak.

Baca Juga :   Pendidikan Integral Hidayatullah Ngawi Gelar Seminar Parenting dengan Tema Membangun Imunitas Anak Terhadap Efek Negatif Gadget

Ustadz Basori menyampaikan bahwa anak adalah tanggung jawab kita. Jika orang tua amanah, maka kebaikan yang akan di terima. Namun, jika sebaliknya, kesengsaraan lah yang akan datang.

Anak adalah aset abadi dunia akhirat. Mengutip hadists yang diriwayatkan Muslim yang artinya jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa kepadanya.

Hal tersebut menegaskan bahwa anak yang saleh adalah salah satu yang nantinya akan menyumbang amal untuk orang tuanya kelak. Bahkan jika meninggal anak tersebut akan tetap menyumbangkan amal untuk orang tuanya.

Rumah adalah madrasah sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa di rumah anak akan belajar secara langsung tentang hidup dan kehidupan dari para orang tuanya. Mengutip kisah Imam syafi’i untuk menjadikan rumah sebagai madrasah yang terbaik bagi anaknya profil orang tua yang sholeh dan sholehah adalah kunci utamanya.

Ustadz Basori menyarankan konsep pendidikan di rumah dengan melibatkan peran ayah dan bunda. Konsep pendidikan di rumah dianalogikan seperti pendidikan di sekolah di mana terdapat kepala sekolah dan guru. Peran ayah sebagai kepala sekolah adalah menentukan kesuksesan pendidikan di keluarganya.

Baca Juga :   Kirab Resolusi Jihad NU Mampir di Ngawi
Dok. SMP Luqman Al Hakim

Selain berkewajiban mencari nafkah, ayah dituntut untuk berperan juga dalam mendidik anak-anaknya. Sedangkan wali kelas dan guru di perankan oleh bundanya yang akan mendampingi anak-anaknya dalam belajar. Karenanya, orang tua harus menjadikan rumah menjadi tempat yang menyenangkan dan menginspirasi.

Komunikasi orang tua dan anak harus dilakukan secara intens. Caranya dengan melakukan diskusi-diskusi dengan anak. Orang tua harus menjadi tempat yang paling nyaman untuk berkomunikasi, curhat, dan lain sebagainya.

Untuk menciptakan suasana tersebut orang tua perlunya juga membuat jadwal kegiatan agar segala kegiatan anak bersifat positif dan bermanfaat. Dengan demikian visi Baiti Jannati menghadirkan surga di rumah akan dapat terealisasi.

Di akhir sesi kepala SMP Luqman Al Hakim Ngawi Ustadz Khoirul Hudda, S.Pd. memberikan closing statement bahwa para ustadz rindu untuk bertatap muka dengan para santri, kangen solat berjamaah dengan santri, dan berhalaqoh dengan santri. Dengan kondisi pandemi saat ini, diharapkan para wali santri mendukung penuh kegiatan belajar daring.
__
oleh : Septyadi David Eka Aryungga

Tags
Show More

KampoengNgawi

Media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi, kabar ngawi, kabar desa, pemerintahan, pendidikan, budaya, dan lainnya. Email : redaksi@kampoengngawi.com

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − two =

Back to top button
Close