SINE – Daerah operasional Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDHL) Solo yang meliputi Sukoharjo, Solo, Ngawi, Madiun, Magetan, Blora, dan Cepu, membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat, agar ekosistem dan debit air yang mengalir ke Bengawan Solo terjaga.
“Wilayah operasional kami yang luas, hingga 40 kilometer di sisi kanan dan kiri sepanjang aliran Bengawan Solo membutuhkan kerja sama semua pihak,” papar Kepala BPDHL Solo, Suratman.
Suratman menyambut baik inisiatif Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dahwah Islam Indonesia (LDII) dan Yayasan Nur Huda Al Manshuri Jamus, yang ingin menjaga ekosistem kebun teh, terutama memelihara debit air dari mata air Sumber Lanang.
“Inisiatif ini penting, masyarakat tinggal membuat program dan kami yang menyediakan bibit pohon secara gratis,” imbuh Suratman.
Dengan penanaman ribuan pohon itu, kawasan perkebunan teh semakin memiliki daya dukung terhadap lingkungan, sehingga erosi dapat dihindari dan debit air terjaga.
Menurut Suratman, dirinya sedang memrogramkan menanam 25 pohon sekali seumur hidup, bagi seluruh masyarakat di wilayah operasional BPDHL Solo. Penanaman pohon ini bermanfaat untuk menjaga lingkungan, menjaga debit air, menjaga udara bersih, mengurai polisi udara, dan menekan dampak pemanasan global, “Saya menyambut baik kegiatan ini, karena selaras dengan program BPDHL Solo,” pungkas Suratman.
Pada Selasa (23/1), sekitar 500 warga LDII, staf pegawai BPDHL Solo, dan masyarakat yang dikoordinir Yayasan Nur Huda Al Manshuri Jamus, pada pukul 08.00 melakukan penanaman 4.000 pohon mangga, alpukat, kelengkeng, durian, jambu, dan berbagai pohon buah lain di puncak tertinggi perkebunan teh Jamus, yang dikelola PT Candi Loka. Sementara 50.000 pohon sengon, akan ditanam bertahap.
Yayasan Nur Huda Al Manshuri Jamus merupakan yayasan yang bermitra dengan PT Candi Loka dalam pengelolaan program dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di lokasi kebun teh, “Tugas utama kami adalah pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan keberadaan perusahaan teh,” ujar Ketua Pembina Yayasan Nur Huda Al Manshuri Jamus, Purwanto.
BPDHL dan Warga Tanam 54 Ribu Pohon untuk Menjaga Ekosistem Jamus. Misi yayasan yang berkesesuaian dengan program BPDHL inilah, yang menurut Purwanto, bisa terwujud dalam gerakan penghijauan di perkebunan teh Jamus.
“Kami memiliki komitmen yang kuat melestarikan lingkungan, termasuk menjaga debit air di mata air Sumber Lanang. Pohon-pohon yang ditanam, selain bermanfaat menjaga ekosistem juga untuk memperuat agrowisata di perkebunan ini,” papar Purwanto.
Senada dengan Purwanto, Suratman mengatakan suasana alam di perkebunan teh bila tak diimbuhi atraksi atau sesuatu yang lain, bisa membuat jenuh, “Keberadaan pohon-pohon buah ini bisa menambah keasyikan menikmati perkebunan teh, selain untuk menjaga kelestarian lingkungan,” imbuh Suratman.
Selain itu, dengan peningkatan kunjungan wisatawan, berdampak pula terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Dengan membuka homestay, toko cendera mata, bahkan rumah makan. Hal ini menurut Purwanto, merupakan wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sumber : LDII News
































