Padinya Subur Harganya Ajur, Sawah subur di daerah Bringin. Foto-Alfa
Para petani di Ngawi yang galau akan hasil panenan yang harganya jatuh dan terpuruk banyak diasumsikan karena cuaca yang memang kurang mendukung. Seringnya hujan di kawasan Ngawi ini tentunya mempengaruhi proses pengeringan gabah para petani.
Seperti halnya beberapa waktu lalu status facebook seorang netizen karena kondisi Bapaknya di Paron, Ngawi, merasakan adanya harga yang sangat merugikan bagi petani kecil. Padinya subur, harganya ajur, itulah yang memberikan gambaran anjloknya harga gabah petani di Ngawi.
Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi punya sikap yang menyayangkan pemerintah pusat terutama Badan Urusan Logistik (Bulog) yang tidak konsisten terhadap petani. Setidaknya Bulog bisa mensiasati dengan strategi yang lebih pas untuk mengatasi kondisi ini.
[quote]
“Apabila harga gabah jauh diatas Harga Pokok Penjualan (HPP) baiknya hal ini diserahkan ke pasar, sehingga petani bisa menikmati hasil. Namun, apabila harga berada dibawah HPP, tentunya peran Bulog dalam hal ini untuk menstabilkan harga gabah harus segera mereka lakukan,” jelas Kanang hari ini, Jumat (10/02).
[/quote]
Seperti pantauan redaksi (07/02), sebagian besar petani di beberapa wilayah Ngawi merasakan perasaan galau dan hati yang hancur akibat harga gabah hasil panenan yang Ajur. Petani di Paron, Cangakan, Bringin, dan Karangjati yang memberikan data – data harga gabah yang cenderung anjlok. (cse)
































