Tuesday, 19 May 2026
KampoengNgawi
No Result
View All Result
35 °c
Ngawi
29 ° Mon
30 ° Tue
30 ° Wed
30 ° Thu
  • Home
  • Berita
    • All
    • Hukum
    • Kabar Desa
    • Kabar Jatim
    • Kabar Nasional
    • Kabar Ngawi
    • Pemerintahan
    Sinergi Pemkab Ngawi – BAZNAS Percepat Penanganan RTLH di Desa Pengkol

    Sinergi Pemkab Ngawi – BAZNAS Percepat Penanganan RTLH di Desa Pengkol

    Siswa MI PSM Sulursewu Harumkan Nama Ngawi di Ajang Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur

    Siswa MI PSM Sulursewu Harumkan Nama Ngawi di Ajang Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur

    DEKOPINDA Ngawi 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Fokus Penguatan Koperasi dan Digitalisasi Ekonomi

    DEKOPINDA Ngawi 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Fokus Penguatan Koperasi dan Digitalisasi Ekonomi

    Ratusan Relawan P4GN Dikukuhkan, Mantapkan Gerakan Anti Narkoba di Ngawi

    Ratusan Relawan P4GN Dikukuhkan, Mantapkan Gerakan Anti Narkoba di Ngawi

    Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Ngawi Tegaskan Komitmen Peningkatan Kualitas Pendidikan

    Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Ngawi Tegaskan Komitmen Peningkatan Kualitas Pendidikan

    Pemantauan Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Watualang, Pemkab Ngawi Targetkan Distribusi Rampung Akhir Mei

    Pemantauan Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Watualang, Pemkab Ngawi Targetkan Distribusi Rampung Akhir Mei

  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
    Siswa MI PSM Sulursewu Harumkan Nama Ngawi di Ajang Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur

    Siswa MI PSM Sulursewu Harumkan Nama Ngawi di Ajang Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur

    KKN 97 UNS Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Desa Geneng Melalui Pelatihan Ecoprint dan Lilin Aromaterapi

    KKN 97 UNS Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Desa Geneng Melalui Pelatihan Ecoprint dan Lilin Aromaterapi

    Navigasi Hidup Ala Generasi Now: Rencanakan Hidup atau Hidupkan Rencana

    Navigasi Hidup Ala Generasi Now: Rencanakan Hidup atau Hidupkan Rencana

    Tempat Pensil Kreasi KKN PPM UGM dari Sampah Bungkus Makanan

    Tempat Pensil Kreasi KKN PPM UGM dari Sampah Bungkus Makanan

    Seminar Media Pembelajaran Sejarah STKIP Sidoarjo, Yudha Adyaksa Berbagi Strategi Bangun Relevansi dengan Gen Z

    Seminar Media Pembelajaran Sejarah STKIP Sidoarjo, Yudha Adyaksa Berbagi Strategi Bangun Relevansi dengan Gen Z

    Mahasiswa KKN PPM UGM Diminta Bantu Tingkatkan Status Desa Berkembang di Ngawi

    Mahasiswa KKN PPM UGM Diminta Bantu Tingkatkan Status Desa Berkembang di Ngawi

    Bekerjasama dengan Markom BMH Ngawi, SD Luqman Al Hakim Ngawi Sharing Penulisan Berita

    Bekerjasama dengan Markom BMH Ngawi, SD Luqman Al Hakim Ngawi Sharing Penulisan Berita

    Kapolsek Kendal Ngawi Beri Arahan Kamtibmas kepada Mahasiswa KKN PPM UGM

    Kapolsek Kendal Ngawi Beri Arahan Kamtibmas kepada Mahasiswa KKN PPM UGM

    Kolaborasi dengan RS Attin Ngawi, Fakultas Kedokteran Universitas Jember Selenggarakan Baksos Operasi Bibir Sumbing Gratis

    Kolaborasi dengan RS Attin Ngawi, Fakultas Kedokteran Universitas Jember Selenggarakan Baksos Operasi Bibir Sumbing Gratis

  • Wisata
    Liburan Akhir Tahun 2023, Kunjungi 4 Destinasi Wisata Ngawi Ini

    Liburan Akhir Tahun 2023, Kunjungi 4 Destinasi Wisata Ngawi Ini

    Kemenparekraf Tetapkan Bangunrejo Kidul dan Giriharjo Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan di Kabupaten Ngawi

    Kemenparekraf Tetapkan Bangunrejo Kidul dan Giriharjo Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan di Kabupaten Ngawi

    Pengembangan Wisata di Sumber Air Cekok Mondol Diberi Nama Taman Cendol Dawet

    Pengembangan Wisata di Sumber Air Cekok Mondol Diberi Nama Taman Cendol Dawet

    Tandatangani Berita Acara KPBU Kawasan Agrowisata Ngrambe, Bupati Merinci Fasilitas yang Akan Ditambahkan

    Tandatangani Berita Acara KPBU Kawasan Agrowisata Ngrambe, Bupati Merinci Fasilitas yang Akan Ditambahkan

    Pemuda Ngrancang Kembali Geliatkan Wisata Waduk Kali Bening Mantingan

    Pemuda Ngrancang Kembali Geliatkan Wisata Waduk Kali Bening Mantingan

    Grogol Park, Taman Bunga Cantik di Kampung Kerbau Ngawi

    Grogol Park, Taman Bunga Cantik di Kampung Kerbau Ngawi

    Trending Tags

    • daftar wisata ngawi
    • tempat wisata di ngawi
    • wisatangawi
    • aplikasi wisata ngawi
    • wisata air ngawi
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Sosial
    • Seni Budaya
    • Kuliner
    • Religi
    • Netizen
    • Tokoh
  • Home
  • Berita
    • All
    • Hukum
    • Kabar Desa
    • Kabar Jatim
    • Kabar Nasional
    • Kabar Ngawi
    • Pemerintahan
    Sinergi Pemkab Ngawi – BAZNAS Percepat Penanganan RTLH di Desa Pengkol

    Sinergi Pemkab Ngawi – BAZNAS Percepat Penanganan RTLH di Desa Pengkol

    Siswa MI PSM Sulursewu Harumkan Nama Ngawi di Ajang Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur

    Siswa MI PSM Sulursewu Harumkan Nama Ngawi di Ajang Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur

    DEKOPINDA Ngawi 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Fokus Penguatan Koperasi dan Digitalisasi Ekonomi

    DEKOPINDA Ngawi 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Fokus Penguatan Koperasi dan Digitalisasi Ekonomi

    Ratusan Relawan P4GN Dikukuhkan, Mantapkan Gerakan Anti Narkoba di Ngawi

    Ratusan Relawan P4GN Dikukuhkan, Mantapkan Gerakan Anti Narkoba di Ngawi

    Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Ngawi Tegaskan Komitmen Peningkatan Kualitas Pendidikan

    Peringati Hardiknas 2026, Pemkab Ngawi Tegaskan Komitmen Peningkatan Kualitas Pendidikan

    Pemantauan Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Watualang, Pemkab Ngawi Targetkan Distribusi Rampung Akhir Mei

    Pemantauan Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Watualang, Pemkab Ngawi Targetkan Distribusi Rampung Akhir Mei

  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
    Siswa MI PSM Sulursewu Harumkan Nama Ngawi di Ajang Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur

    Siswa MI PSM Sulursewu Harumkan Nama Ngawi di Ajang Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur

    KKN 97 UNS Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Desa Geneng Melalui Pelatihan Ecoprint dan Lilin Aromaterapi

    KKN 97 UNS Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Desa Geneng Melalui Pelatihan Ecoprint dan Lilin Aromaterapi

    Navigasi Hidup Ala Generasi Now: Rencanakan Hidup atau Hidupkan Rencana

    Navigasi Hidup Ala Generasi Now: Rencanakan Hidup atau Hidupkan Rencana

    Tempat Pensil Kreasi KKN PPM UGM dari Sampah Bungkus Makanan

    Tempat Pensil Kreasi KKN PPM UGM dari Sampah Bungkus Makanan

    Seminar Media Pembelajaran Sejarah STKIP Sidoarjo, Yudha Adyaksa Berbagi Strategi Bangun Relevansi dengan Gen Z

    Seminar Media Pembelajaran Sejarah STKIP Sidoarjo, Yudha Adyaksa Berbagi Strategi Bangun Relevansi dengan Gen Z

    Mahasiswa KKN PPM UGM Diminta Bantu Tingkatkan Status Desa Berkembang di Ngawi

    Mahasiswa KKN PPM UGM Diminta Bantu Tingkatkan Status Desa Berkembang di Ngawi

    Bekerjasama dengan Markom BMH Ngawi, SD Luqman Al Hakim Ngawi Sharing Penulisan Berita

    Bekerjasama dengan Markom BMH Ngawi, SD Luqman Al Hakim Ngawi Sharing Penulisan Berita

    Kapolsek Kendal Ngawi Beri Arahan Kamtibmas kepada Mahasiswa KKN PPM UGM

    Kapolsek Kendal Ngawi Beri Arahan Kamtibmas kepada Mahasiswa KKN PPM UGM

    Kolaborasi dengan RS Attin Ngawi, Fakultas Kedokteran Universitas Jember Selenggarakan Baksos Operasi Bibir Sumbing Gratis

    Kolaborasi dengan RS Attin Ngawi, Fakultas Kedokteran Universitas Jember Selenggarakan Baksos Operasi Bibir Sumbing Gratis

  • Wisata
    Liburan Akhir Tahun 2023, Kunjungi 4 Destinasi Wisata Ngawi Ini

    Liburan Akhir Tahun 2023, Kunjungi 4 Destinasi Wisata Ngawi Ini

    Kemenparekraf Tetapkan Bangunrejo Kidul dan Giriharjo Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan di Kabupaten Ngawi

    Kemenparekraf Tetapkan Bangunrejo Kidul dan Giriharjo Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan di Kabupaten Ngawi

    Pengembangan Wisata di Sumber Air Cekok Mondol Diberi Nama Taman Cendol Dawet

    Pengembangan Wisata di Sumber Air Cekok Mondol Diberi Nama Taman Cendol Dawet

    Tandatangani Berita Acara KPBU Kawasan Agrowisata Ngrambe, Bupati Merinci Fasilitas yang Akan Ditambahkan

    Tandatangani Berita Acara KPBU Kawasan Agrowisata Ngrambe, Bupati Merinci Fasilitas yang Akan Ditambahkan

    Pemuda Ngrancang Kembali Geliatkan Wisata Waduk Kali Bening Mantingan

    Pemuda Ngrancang Kembali Geliatkan Wisata Waduk Kali Bening Mantingan

    Grogol Park, Taman Bunga Cantik di Kampung Kerbau Ngawi

    Grogol Park, Taman Bunga Cantik di Kampung Kerbau Ngawi

    Trending Tags

    • daftar wisata ngawi
    • tempat wisata di ngawi
    • wisatangawi
    • aplikasi wisata ngawi
    • wisata air ngawi
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Sosial
    • Seni Budaya
    • Kuliner
    • Religi
    • Netizen
    • Tokoh
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Seni Budaya

Kisah Jaka Budug dan Putri Kemuning

KampoengNgawi
Tue, 06 Oct 2015
/ Seni Budaya
0
Kisah Jaka Budug dan Putri Kemuning
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Diceritakan kembali oleh Samsuni

Jaka Budug adalah seorang pemuda miskin yang mengidap penyakit budug (sejenis penyakit kudis). Sebab itulah ia dipanggil dengan nama Jaka Budug. Meskipun kondisinya demikian, Jaka Budug berhasil menikahi seorang putri raja. Bagaimana Jaka Budug dapat menikahi putri raja itu? Ikuti Kisah Jaka Budug dan Putri Kemuning berikut ini!

Alkisah, di daerah Ngawi, Jawa Timur, tersebutlah seorang raja bernama Prabu Aryo Seto yang bertahta di Kerajaan Ringin Anom. Prabu Aryo Seto adalah seorang raja yang adil dan bijaksana. Ia mempunyai seorang putri yang rupawan bernama Putri Kemuning. Sesuai namanya, tubuh sang Putri sangat harum bagaikan bunga kemuning.

BACA JUGA

Kreteg Ngunengan Ngawi

Suatu hari, Putri Kemuning tiba-tiba terserang penyakit aneh. Tubuhnya yang semula berbau harum, tiba-tiba mengeluarkan bau yang tidak enak. Melihat kondisi putrinya itu, Sang Prabu menjadi sedih karena khawatir tak seorang pun pangeran atau pemuda yang mau menikahi putrinya itu. Berbagai upaya telah dilakukan oleh baginda, seperti memberikan putrinya obat-obatan tradisional berupa daun kemangi dan beluntas, namun penyakit sang putri belum juga sembuh. Sang Prabu juga telah mengundang seluruh tabib yang ada di negerinya, namun tak seorang pun yang mampu menyembuhkan sang Putri. Hati Prabu Aryo Seto semakin resah.

Ia sering duduk melamun seorang diri memikirkan nasib malang yang menimpa putri semata wayangnya. Suatu ketika, tiba-tiba terlintas dalam pikirannya untuk melakukan semedi dan meminta petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar penyakit langka yang menimpa putrinya dapat disembuhkan. Pada saat tengah malam, Sang Prabu dengan tekad kuat dan hati yang suci melakukan semedi di dalam sebuah ruang tertutup di dalam istana. Pada saat baginda larut dalam semedi, tiba-tiba terdengar suara bisikan yang sangat jelas di telinganya.

Dengarlah, wahai Prabu Aryo Seto! Satu-satunya obat yang dapat menyembuhkan penyakit putrimu adalah daun sirna ganda. Daun itu hanya tumbuh di dalam gua di kaki Gunung Arga Dumadi yang dijaga oleh seekor ular naga sakti dan selalu menyemburkan api dari mulutnya, demikian pesan yang disampaikan oleh suara gaib itu. Keesokan harinya, Prabu Aryo Seto segera mengumpulkan seluruh rakyatnya di alun-alun untuk mengadakan sayembara. Wahai, seluruh rakyatku! Kalian semua tentu sudah mengetahui perihal penyakit putriku. Setelah semalam bersemedi, aku mendapatkan petunjuk bahwa putriku dapat disembuhkan dengan daun sirna ganda yang tumbuh di gua di kaki Gunung Arga Dumadi. Barang siapa yang dapat mempersembahkan daun itu untuk putriku, jika ia laki-laki akan kunikahkan dengan putriku. Namun, jika ia perempuan, ia akan kuangkat menjadi anakku, ujar Sang Prabu di depan rakyatnya.

Mendengar pengumuman itu, seluruh rakyat Kerajaan Ringin Anom menjadi gempar. Berita tentang sayembara itu pun tersebar hingga ke seluruh pelosok negeri. Banyak warga yang tidak berani mengikuti sayembara tersebut karena mereka semua tahu bahwa gua itu dijaga oleh seekor naga yang sakti dan sangat ganas. Bahkan, sudah banyak warga yang menjadi korban keganasan naga itu. Meski demikian, banyak pula warga yang memberanikan diri untuk mengikuti sayembara tersebut karena tergiur oleh hadiah yang dijanjikan oleh Sang Prabu. Setiap orang pasti akan senang jika menjadi menantu atau pun anak angkat raja. Salah seorang pemuda yang ingin sekali mengikuti sayembara tersebut adalah Jaka Budug. Jaka Budug adalah pemuda miskin yang tinggal di sebuah gubuk reyot bersama ibunya di sebuah desa terpencil di dalam wilayah Kerajaan Ringin Anom. Ia dipanggil Jaka Budug karena mempunyai penyakit langka, yaitu seluruh tubuhnya dipenuhi oleh penyakit budug. Penyakit aneh itu sudah dideritanya sejak masih kecil. Meski demikian, Jaka Budug adalah seorang pemuda yang sakti. Ia sangat mahir dan gesit memainkan keris pusaka yang diwarisi dari almarhum ayahnya.

Dengan kesaktiannya itu, ia ingin sekali menolong sang Putri. Namun, ia merasa malu dengan keadaan dirinya. Sementara itu, para peserta sayembara telah berkumpul di kaki Gunung Arga Dumadi untuk menguji kesaktian mereka. Sejak hari pertama hingga hari keenam sayembara itu dilangsungkan, belum satu pun peserta yang mampu mengalahkan naga sakti itu. Jaka Budug pun semakin gelisah mendengar kabar itu. Pada hari ketujuh, Jaka Budug dengan tekadnya yang kuat memberanikan diri datang menghadap kepada Sang Prabu. Di hadapan Prabu Aryo Seto, ia memohon izin untuk ikut dalam sayembara itu. Ampun, Baginda! Izinkan hamba untuk mengikuti sayembara ini untuk meringankan beban Sang Putri, pinta Jaka Budug. Prabu Aryo Seto tidak menjawab. Ia terdiam sejenak sambil memperhatikan Jaka Budug yang tubuhnya dipenuhi bintik-bintik merah. Siapa kamu hai, anak muda? Dengan apa kamu bisa mengalahkan naga sakti itu? tanya Sang Prabu. Hamba Jaka Budug, Baginda. Hamba akan mengalahkan naga itu dengan keris pusaka hamba ini, jawab Jaka Budug seraya menunjukkan keris pusakanya kepada Sang Prabu. Pada mulanya, Prabu Aryo Seto ragu-ragu dengan kemampuan Jaka Budug. Namun, setelah Jaka Budug menunjukkan keris pusakanya dan tekad yang kuat, akhirnya Sang Prabu menyetujuinya. Baiklah, Jaka Budug! Karena tekadmu yang kuat, maka keinginanmu kuterima.

Semoga kamu berhasil! ucap Sang Prabu. Jaka Budug pun berangkat ke Gunung Arga Dumadi dengan tekad membara. Ia harus mengalahkan naga itu dan membawa pulang daun sirna ganda. Setelah berjalan cukup jauh, sampailah ia di kaki gunung Arga Dumadi. Dari kejauhan, ia melihat semburan-semburan api yang keluar dari mulut naga sakti penghuni gua. Ia sudah tidak sabar ingin membinasakan naga itu dengan keris pusakanya. Jaka Budug melangkah perlahan mendekati naga itu dengan sangat hati-hati. Begitu ia mendekat, tiba-tiba naga itu menyerangnya dengan semburan api. Jaka Budug pun segera melompat mundur untuk menghindari serangan itu. Naga itu terus bertubi-tubi menyerang sehingga Jaka Budug terlihat sedikit kewalahan. Lama-kelamaan, kesabaran Jaka Budug pun habis. Ketika naga itu lengah, Jaka Budug segera menghujamkan kerisnya ke perut naga itu. Darah segar pun memancar dari tubuh naga itu dan mengenai tangan Jaka Budug.

Sungguh ajaib, tangan Jaka Budug yang terkena darah sang naga itu seketika menjadi halus dan bersih dari penyakit budug. Melihat keajaiban itu, Jaka Budug semakin bersemangat ingin membinasakan naga itu. Dengan gesitnya, ia kembali menusukkan kerisnya ke leher naga itu hingga darah memancar dengan derasnya. Naga sakti itu pun tewas seketika. Jaka Budug segera mengambil darah naga itu lalu mengusapkan ke seluruh badannya yang terkena penyakit budug. Seketika itu pula seluruh badannya menjadi bersih dan halus. Tak sedikit pun bintik-bintik merah yang tersisa. Kini, Jaka Budug berubah menjadi pemuda yang sangat tampan. Setelah memetik beberapa lembar daun sirna ganda di dalam gua, Jaka Budug segera pulang ke istana dengan perasaan gembira. Setibanya di istana, Prabu Aryo Seto tercengang ketika melihat Jaka Budug yang kini kulitnya menjadi bersih dan wajahnya berseri-seri. Sang Prabu hampir tidak percaya jika pemuda di hadapannya itu Jaka Budug. Namun, setelah Jaka Budug menceritakan semua peristiwa yang dialaminya di kaki Gunung Arga Dumadi, barulah Sang Prabu percaya dan terkagum-kagum. Jaka Budug kemudian mempersembahkan daun sirna ganda yang diperolehnya kepada Sang Prabu. Sungguh ajaib, Putri Kemuning kembali sehat setelah memakan daun sirna ganda itu. Kini, tubuh Sang Putri kembali berbau harum bagaikan bunga kemuning. Prabu Aryo Seto pun menetapkan Jaka Budug sebagai pemenang sayembara tersebut.

Sesuai dengan janjinya, Sang Prabu segera menikahkan Jaka Budug dengan putrinya, Putri Kemuning. Selang berapa lama setelah mereka menikah, Prabu Aryo Seto meninggal dunia. Setelah itu, Jaka Budug pun dinobatkan menjadi pewaris tahta Kerajaan Ringin Anom. Jaka Budug dan Putri Kemuning pun hidup berbahagia.

Demikian cerita legenda Jaka Budug dan Putri Kemuning dari daerah Ngawi, Jawa Timur. Pelajaran yang dapat dipetik dari cerita di atas di antaranya adalah keutamaan sifat pemberani dan pandai menepati janji. Sifat pemberani ditunjukkan oleh Jaka Budug yang tidak gentar melawan naga sakti. Berkat keberaniannya, ia berhasil mengalahkan naga itu dan mengambil daun sirna ganda untuk mengobati penyakit Sang Putri. Dikatakan dalam Tunjuk Ajar Melayu:

wahai ananda banyakkan amal,
berani dengan gunakan akal
berbuat baik menari bekal
supaya mati tidak menyesal

Sementara itu, sifat pandai menepati janji terlihat pada sikap Prabu Aryo Seto yang menikahkan Jaka Budug dengan Putri Kemuning. (Samsuni/sas/195/05-10)

>> http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/206-jaka-budug-dan-putri-kemuning

Tags: cerita ngawicerita rakyatdongenjaka budugkisah rakyatputri kemuning

Berita Terkait

Rumah Adat Kranggan, Jejak Budaya yang Masih Bertahan di Kota Bekasi
Seni Budaya

Rumah Adat Kranggan, Jejak Budaya yang Masih Bertahan di Kota Bekasi

Thu, 05 Jun 2025
Luar Biasa, Dua Lagu Baru Denny Caknan Trending di Youtube
Kabar Ngawi

Luar Biasa, Dua Lagu Baru Denny Caknan Trending di Youtube

Sat, 07 Jan 2023
Lirik Lagu Kalih Welasku Denny Caknan
Kabar Ngawi

Lirik Lagu Kalih Welasku Denny Caknan

Wed, 04 Jan 2023
Selanjutnya
Kain Batik dengan Bentuk Fosil Situs Trinil

Kain Batik dengan Bentuk Fosil Situs Trinil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Us

Kabar Terbaru

Sinergi Pemkab Ngawi – BAZNAS Percepat Penanganan RTLH di Desa Pengkol

Sinergi Pemkab Ngawi – BAZNAS Percepat Penanganan RTLH di Desa Pengkol

Tue, 12 May 2026
Siswa MI PSM Sulursewu Harumkan Nama Ngawi di Ajang Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur

Siswa MI PSM Sulursewu Harumkan Nama Ngawi di Ajang Pidato Bahasa Inggris Tingkat Jawa Timur

Tue, 12 May 2026
DEKOPINDA Ngawi 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Fokus Penguatan Koperasi dan Digitalisasi Ekonomi

DEKOPINDA Ngawi 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Fokus Penguatan Koperasi dan Digitalisasi Ekonomi

Wed, 06 May 2026

Advertorial

Sosis Basuke, Makanan Kaya Protein Ciptaan Lima Mahasiswa Brawijaya

Sosis Basuke, Makanan Kaya Protein Ciptaan Lima Mahasiswa Brawijaya

Thu, 29 Jul 2021
Salad Buah Sejuta Manfaat

Salad Buah Sejuta Manfaat

Thu, 21 Dec 2017
Lanon Global Furniture : Spesialis Furniture PAUD TK di Ngawi, Madiun, dan Sekitarnya

Lanon Global Furniture : Spesialis Furniture PAUD TK di Ngawi, Madiun, dan Sekitarnya

Fri, 12 Jul 2024
ADVERTISEMENT

Tentang Kami

KampoengNgawi merupakan Media Online yang mengedepankan kabar – kabar tentang Ngawi dari berbagi segmen, membawa suara positif dan mendidik dari Ngawi untuk dunia. Selengkapnya..

Follow us

Sekilas Ngawi

Nama ngawi berasal dari “awi” atau “bambu” yang selanjutnya mendapat tambahan huruf sengau “ng” menjadi “ngawi”.

| Sejarah Ngawi | Lambang Kabupaten Ngawi | Berita
___
Kirim Berita/Rilis/Artikel : [email protected]

  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2022 KampoengNgawi - Media Ekspresi dan Edukasi

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Sosial
    • Seni Budaya
    • Kuliner
    • Religi
    • Netizen
    • Tokoh

© 2022 KampoengNgawi - Media Ekspresi dan Edukasi