Teka-teki pelaksanaan Pilkada Ngawi 2015 mulai benderang. Pihak KPUD Ngawi sudah mendapatkan sinyal dari rancangan peraturan KPU, jika hajatan lima tahunan / Pilkada Ngawi Tanggal 16 Desember 2015. Itu serentak bersamaan dengan 18 kabupaten/kota di Jawa Timur, seperti Ponorogo, Kabupaten Kediri, Lamongan, Kota Blitar. ‘’Sesuai rancangannya 16 Desember, jika disepakati maka berarti pengisian Plt bupati semakin panjang,’’ kata Ketua KPUD Ngawi Syamsul Wathoni, kemarin (23/12), seperti dilansir RadarLawu.
Kata dia, jabatan Bupati Ngawi Budi Sulistyono – Wabup Ony Anwar Harsono akan berakhir pada 27 Juli 2015. Untuk mengisi kekosongan, gubernur bakal menunjuk pelaksana tugas (Plt). Dia menambahkan, pihak KPU juga memberikan opsi untuk pilkada jika harus digelar dua kali putaran. Yakni, ditetapkan pada bulan Maret 2016, tapi tanggalnya belum disebutkan.Agar efektif kesiapan, pihaknya bakal ikut mempelajari rancangan tahapan pilkada. Mulai dari pencalonan hingga validasi data pemilih. ‘’Sementara kami mulai mengkaji rancangan beberapa tahapan,’’ ungkapnya.
Toni –sapaan akrabnya- menyampaikan pilkada serentak di bulan Desember itu hampir pasti dijalankan. Hanya, terkait dengan tanggalnya kemungkinan masih dapat berubah. Sebab, DPR RI baru melakukan pembahasan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 1/2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. ‘’Sesuai jadwal ya januari tahun 2015 dibahas, kalau clear sesuai jadwal pilkada Desember, tapi kalau molor ya ikut molor pilkadanya,’’ ungkapnya.
Sementara, Ketua DPC PDIP Ngawi Budi Sulistyono mengatakan tidak mempersoalkan jika pilkada tersebut mundur. Itu asalkan sudah sesuai aturan dan regulasi yang ada. Sebab, pihaknya menghargai proses sedang berjalan. Saat ini, kata dia, di partainya mulai menyisir sejumlah nama di internal PDIP yang dinilai memiliki elektabilitas dan kapabilitas tinggi. Meskipun, dia tidak menampik jika dirinya tetap didorong macung kembali. ‘’Saya tidak masalah, mau mundur mau di Plt, yang jelas saya pribadi menghormati proses itu,’’ ujarnya. Selain itu pihak Ony Anwar pun dimungkinkan akan membuka peluang pasangan baru untuk maju.
Sementara, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, menyikapi info pilkada Ngawi tanggal 16 Desember 2015 ini, meminta agar KPUD segera melakukan pemutakhiran data pemilih jauh-jauh hari. Sebab, kata dia, pihaknya tidak ingin kasus data pemilih menjadi persoalan di kemudian hari. Mengingat saat Pemilu Legislatif lalu sempat terjadi persoalan terkait dengan daftar pemilih tetap (DPT). Itu dapat diantisipasi sejak dini jika mengoptimalkan peran dari pendata di lapangan, termasuk mengandeng perangkat desa. Ini untuk menghindari yang tidak terdata. ‘’Yang pertama KPUD harus cermat, terkait DPTS dan DPT, karena karut marut sumbernya dari sana,’’ ungkapnya.
































