NGAWI — Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) adalah unit terkecil pengelola kawasan hutan di tingkat tapak. KPH memiliki potensi yang signifikan untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan dan pembangunan hijau di Indonesia.
Salah satunya adalah dengan melindungi sumber daya alam (hutan berkelanjutan dan konservasi DAS terpadu, menjaga jasa lingkungan), mengurangi emisi gas rumah kaca dari hutan dan lahan gambut, meningkatkan mata pencaharian masyarakat lokal, dan mengembangkan konsep-konsep ekonomi yang berkelanjutan.
Interaksi sosial di hutan adalah salah satu ekosistem yang ada yang terdiri dari manusia dan proses sosial di dalamnya. Interaksi yang sehat dan nyataman memberikan dampak kelestarian hutan dan terkait dengan sumber daya hutan.
KPH Ngawi mempunyai kawasan hutan seluas kurang lebih mencapai 45.909,7 Hektar yang tersebar di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Ngawi seluas 35.201,8 Ha. KPH Ngawi mengelola maupun pengamanan yang sebaik-baiknya dengan menggandeng berbagai pihak.
Menurut Mukhlisin, Wakil Administratur KPH Ngawi wilayah tengah menyebutkan bahwa pihaknya juga menggandeng aparat penegak hukum kepolisian. Hal tersebut kami lakukan untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik sehingga KPH Ngawi akan memberikan kontribusi yang positif bagi Perusahaan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat sekitar hutan
Memasuki tahun 2020 sampai dengan pertengahan desember 2020, KPH Ngawi sudah menunjukan kinerja yang lebih baik dari pada tahun sebelumnya, khususnya kinerja dalam perlindungan hutan dan kegiatan preventif yang dilakukan antara lain melakukan patrol aktif pada petak-petak rawan keamanan hutan.
“Hal ini dilakukan oleh Polhutmob maupun Polhuter yang menyebar pada 14 BKPH di KPH Ngawi,” ujar Mukhlisin, Senin (21/12/2020) lalu.
Pihaknya mengaku mampu menurunkan angka kejahatan hutan dan ini bisa tercapai secara maksimal atas dukungan stakeholder yang ada, serta penerapan strategi keamanan maupun sosial.
Kepada media Mukhlisin menjelaskan bahwa strategi sosial menjadi salah satu bekal penting kesuksesannya bersama jajaran dalam kegiatan perlindungan hutan dan bekal sosial. Ia terus melakukan komunikasi dengan masyarakat agar sadar manfaat dan fungsi hutan. (cse)
































