Pemerintah mendesak PT Thiess Contractor Indonesia selaku investor jalan tol Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono dan Serpong-Cinere untuk segera menyelesaikan proses pengalihan pengelolaan ketiga ruas tol tersebut kepada investor baru.
Melansir Bisnis.com, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Achmad Gani Ghazali mengatakan Thiess telah memberi laporan kepada Kementerian PUPR tentang perkembangan proses pelepasan pengelolaan ketiga ruas tol tersebut.
Meski demikian, menurut Gani sejauh ini Thiess belum memberi keterangan tentang hasil pembicaraan dengan investor-investor yang berminat mengakuisisi saham Thiess di ketiga ruas tol tersebut.
“Mereka baru bilang sedang mengevaluasi hasil proposal untuk pengambilalihan, tapi belum dikatakan siapa saja yang akan ambil alih,” katanya di Jakarta, Selasa (3/3).
Gani mengatakan pemerintah akan terus mendesak Thiess untuk segera menyelesaikan proses pengalihan pengelolaan ketiga ruas tol tersebut.
Desakan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengerjaan ketiga ruas tol tersebut dapat segera dimulai.
Sejauh ini, Gani mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan proses pengalihan pengelolaan ketiga ruas tol tersebut. Thiess secara berkala akan terus memberi laporan tentang perkembangan proses pengalihan.
Menurutnya, sebelumnya Thiess telah menyatakan akan melepas ketiga ruas tol tersebut kepada investor baru. Hingga saat ini Thiess masih mencari strategic partner.
“Mereka sudah katakan core business mereka di mining saja, sehingga yang lain mau dikurangi, termasuk tol-tol ini,” katanya.
Gani mengatakan, pihaknya tidak akan ikut campur dalam proses pengalihan saham antara Thiess dengan investor baru yang nantinya ditunjuk.
Menurutnya, proses pengalihan tersebut sepenuhnya dalam ranah business to business.
“Silahkan dia cari dan kalau sudah dapat baru dibawa ke kita . Kita sahkan, baru boleh jalan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Thiess tidak dapat dimintai keterangannya tentang proses pengalihan saham ketika dijumpai Bisnis di Kementerian PUPR karena terburu-buru pergi.
Sebelumnya, manajemen PT Jasa Marga telah menyatakan kesiapan untuk mengambil alih ketiga ruas tol tersebut. Direktur Utama Jasa Marga Aditiyawarman mengatakan pihaknya telah mengajukan proposal pengambilalihan sebagian besar saham Thiess di ketiga ruas tol tersebut.
Thiess Contractor Didesak Selesaikan Tol Solo-Ngawi-Kertosono “Sekarang tinggal tunggu keputusan Thiess,” katanya.
Menurutnya, Jasa Marga berencana untuk mengambil alih 60% dari saham dari ketiga ruas tol tersebut.
Selain Jasa Marga, PT Waskita Karya juga sebelumnya telah menyatakan minatnya untuk mengambil alih saham Thiess di ketiga ruas tol tersebut.
Direktur PT Waskita Karya M. Choliq menyatakan Waskita tertarik untuk mengambil alih semua saham Thiess.
Saat ini Waskita telah memiliki 20% saham ruas tol Cinere-Serpong, sedangkan Thiess memegang saham mayoritas sebesar 80%. Keduanya telah membentuk anak usaha yaitu PT Cinere Serpong Jaya.
Sementara itu, untuk ruas Solo-Ngawi dan Ngawi Kertosono, Thiess memegang saham sebesar 95%, sedangkan sisanya dimiliki PT Ferino Putra.
































