Berita yang menggemparkan dunia pada bulan Maret 2020, pemerintah mengumumkankan kasus Covid-19 pertama kalinya di Indonesia, akan tetapi Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebutkan bahwa virus corona jenis SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid itu mulai masuk ke Indonesia ketika awal Januari 2020. Seluruh Indonesia pun gempar mendengar isu virus Covid-19 yang menyebarkan virusnya sangat cepat dan bahkan merenggut banyak jiwa.
Presiden Republik Indonesia , Joko Widodo langsung mengeluarkan Keputusan Presiden (KEPRES) nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan segera menunjuk Doni Monardo sebagai ketua Gugus Tugas. Penularan angka tertinggi dan tercepat penyebaran Covid-19 di Asia Tenggara yaitu Indonesia.
Hal tersebut sangat memprihatinkan dan bahkan berdampak pada perekonomian di Indonesia lebih khususnya dalam sektor UMKM yang sangat merosot karena dampak virus tersebut. UMKM menjadi salah satu sektor yang memiliki konstribusi dalam pembangunan dan pertumbuhan perekonomian negara. Sektor UMKM mengalami penurunan dan akan berbahaya bila pelaku UMKM tidak menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi dampak dari virus Covid-19 yang sedang menyebar ini.
Mengapa tidak dengan jalan digital marketing saja?
Misalnya UMKM tetap berjalan tetapi cara penjualan dan promosi nya yang sedikit berbeda. Dengan adanya wabah covid ini kan semua masyarakat mulai dari dewasa sampai anak kecil harus menggunakan gadget-nya untuk melakukan aktivitas seperti sekolah, mengajar, dan bekerja.
Strategi yang mungkin akan menjadi solusi yaitu melalu digital marketing, era yang sekarang dibilang “kalau gak pegang hp ada yang kurang” ini bisa menjadi peluang UMKM untuk bangkit ditengah tengah kondisi wabah covid-19 dengan misalnya berjualan melalui platform media sosial yang sudah tersedia seperti instagram, facebook, whatsapp, twitter, tiktok, dan aplikasi belanja seperti shopee, tokopedia, bukalapak dan lazada.
UMKM selain berjualan bisa juga mempromosikan usahanya melalui cara endorse barang. Hal ini bisa dilakukan penjual secara langsung atau melalui orang yang mungkin aktif di dunia media sosial, agar produk yang ditawarkan bisa dilihat banyak orang dan banyak peminat.
Dengan adanya aplikasi fitur- fitur pendukung untuk menjalankan dan mempermudah bertransaksi di era modern ini, dengan jasa ekspedisi barang yang banyak varian, tentu sangat menguntungkan kan bagi customer yang takut akan keluar rumah dengan keadaan yang tidak memungkinkan di masa pandemi ini.
Dengan adanya jasa pengantar dan pengambil barang tersebut, kita tidak perlu khawatir akan adanya penipuan dan penyelewengan, karna jasa pengantar sudah bekerjasama secara resmi dengan perusahaan yang bersangkutan. Ada pula sistem COD (Cash on Delivery), sangat membantu untuk orang- orang yang kurang memahami pembayaran online seperti orang tua, yang sering kali dijumpai takut akan penipuan pembelian online.
Dengan adanya jalan terang melalui digital marketing ini masyarakat sudah tidak perlu bingung lagi menjual produk-produk nya pada masa-masa pandemi seperti saat ini.
___
Penulis : Latulinskey, Fatimah, Amir, Syahputra, & Kurniawan (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)
































