NGAWI — Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap II dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah disambut baik oleh masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk di Ngawi.
Dalam upaya membantu para pelaku UMKM, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian kabupaten Ngawi terus melakukan pendataan dan mengusulkan puluhan ribu pelaku usaha agar medapatkan bantuan ini.
Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Ngawi, Harsoyo, pihaknya telah mengusulkan 19.878 pelaku UMKM dalam penyaluran bantuan tahap kedua ini.
Diketahui pada tahap pertama lalu, penyaluran bantuan sudah didistribusikan kepada 20 ribu penerima dari total 36.368 pelaku UMKM yang diusulkan ke pusat.
Total penerima bantuan yang diusulkan dari tahap pertama dan kedua sebanyak 56.246 UMKM. Jumlah tersebut merupakan terbanyak di wilayah Jawa Timur dan mendapatkan apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.
Menurut Harsoyo, banyak pelaku UMKM yang berasal dari karyawan perusahaan maupun pekerja pabrik di luar Ngawi yang mengalami pemutusan hubungan kerja, sehingga mereka pulang ke Ngawi untuk bertahan hidup di masa pandemi ini dengan berjualan.
Harsoyo juga meyakini bahwa kondisi ini dapat mendorong dinas mengadakan pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas bagi para pelaku UMKM baru agar mereka bisa lebih produktif.
Hingga saat ini, Harsoyo menyebutkan bahwa pihaknya telah menyelenggarakan pululah pelatihan kepada para pelaku UMKM di Ngawi. yang meliputi cara pemasaran dan akses permodalan usaha. Hal tersebut bertujuan agar UMKM Ngawi tangguh di masa pandemi. (cse)
































