Pastinya Ngawi Bisa Membuat Kampoeng Batik seperti di Pekalongan. Foto-Pokdarwis Berkah
PEKALONGAN – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ngawi mengajak pelaku Usaha Kecil Menengah melakukan kunjungan usaha ke pusat Batik di Pekalongan, Rabu-Kamis (8-9/11/2017).
Para peserta diajak mengunjungi kampung wisata Batik Pesindon. Di sana peserta diajak tanya jawab dan sharing terkait bagaimana batik Pesindon bisa menjadi satu paguyuban dan bekerja sinergi menjadi sebuah kampung wisata batik.
Seperti dijelaskan oleh Budi, ketua paguyuban kampung batik Pesindon, semua ini berkat pendekatan yang terus menerus antar Usaha Kecil Menengah dengan sering bersilaturrohmi dan bertukar pendapat dan sama – sama punya keinginan untuk bisa lebih baik.
“Kita biasa saling bertukar pendapat untuk menuju yang lebih baik, sehingga bisa bersinergi,” terang Budi
Museum batik menjadi destinasi kedua setelah kampung Batik Pesindon. Di museum ini terpampang berbagai batik khas nusantara yang usianya sudah ratusan tahun lengkap dengan alat – alat membatik serta pewarnanya.
Salah satu pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Berkah, Anisa, menyampaikan bahwa kunjungan ini sangat bagus dan menginspirasi. Menurutnya batik nusantara memang perlu terus dilestarikan dan dijaga kualitasnya.
“Saya berharap di dusun Tempurejo, desa Banyubiru, Widodaren juga bisa meniru kampung wisata batik Pesindon,” ungkap Anisa yang desanya merupakan pusat batik khas Ngawi, Sidomukti.
Pastinya Ngawi Bisa Membuat Kampoeng Batik seperti di Pekalongan. Dengan saling bersinergi tentunya Ngawi bisa memunculkan sebuah kampung batik khas kota bambu yang memang mempunyai nilai dan budaya yang tinggi. Dalam hal ini, Ngawi pun sudah punya tradisi batik secara turun temurun. (kn/ske)
































