NGAWI — Terkait adanya beberapa jalan-jalan di desa yang ditutup oleh warga, Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono (Kanang) menyampaikan klarifikasinya kepada seluruh masyarakat Ngawi.
Kanang menyampaikan bahwa dari pihak pemerintah kabupaten Ngawi tidak memerintahkan untuk melakukan penutupan jalan secara keseluruhan. Bupati tidak mengizinkan penutupan secara total.
“Kebijakan kita adalah bahwa jalan-jalan desa yang tidak bisa dikontrol, lebih baik ditutup dulu, akses keluar masuk desa yang mudah dikontrol, itulah yang harus dijaga,” ujar Kanang melalui klarifikasi yang diunggah di media sosial, Rabu (22/04/2020).
Akan tetapi, memang ada kebijakan-kebijakan desa yang menerjemahkan kebijakan pemda tersebut dengan melakukan penutupan akses jalan. Tapi tidak boleh semuanya ditutup, harus ada kesepakatan bersama antara perangkat dan warga.
“Sebenarnya hal ini tidak untuk menyengsarakan rakyat, justru akan melindungi masyarakat sehingga COVID-19 tidak mampir di kabupaten Ngawi,” imbuh Kanang.
Lebih lanjut Kanang menegaskan bahwa COVID-19 tidak mungkin datang dengan sendirinya, COVID-19 akan datang ke kabupaten Ngawi karena ada yang membawa. Sejauh ini, pemerintah daerah ingin melindungi.
“Ibarat perang, musuh kita tidak kelihatan, kalau musuh kita nggak kelihatan, yang pertama kita hanya bisa berdoa, yang kedua kita hanya bisa membuat pertahanan diri, karena kita tidak bisa menyerang,” tegasnya.
Kanang juga menjelaskan jika saat kita diserang dan pertahanan diri kita baik, maka peperangan tersebut akan selesai dan kita bisa memenangkannya.































