NGAWI — Kebutuhan medis dari para korban banjir Ngawi yang melanda sedikitnya 26 desa dari 6 kecamatan di Ngawi tentunya harus diperhatikan, mengingat kondisi lingkungan yang tidak higienis akibat air yang menggenangi jalan, rumah, dan fasilitas umum.
Sebagaimana data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, Banjir yang terjadi sejak Rabu (06/03/2019) terparah dialami oleh 3.200 KK di kecamatan Kwadungan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi (Dinkes Ngawi) mengirimkan bantuan logistik dan tenaga kesehatan ke lokasi pasca bencana banjir Ngawi di Kecamatan Kwadungan, Sabtu (09/03/2019) yang menyasar lokasi-lokasi yang susah dijangkau.
Dinkes Ngawi Kirimkan Logistik dan Tim Kesehatan untuk Korban Banjir. Masyarakat mendapatkan pengobatan gratis dari tenaga kesehatan yang didatangkan dari 3 puskesmas yakni, Padas, Bringin, dan Pangkur.
Seperti disampaikan oleh dr. Yudono, Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, pasca banjir ini para korban mengeluhkan penyakit kulit dan ispa.
“Kedua penyakit ini yang sering dikeluhkan selain diare, kami harapkan kedatangan tenaga tim medis bisa mengurangi dampak penyakit pasca kebanjiran,” ujarnya.
Memudahkan proses pengiriman bantuan ke lokasi, pihak Dinkes Ngawi juga berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi. (kn/cse)
































