NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proses pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 menguras energi dan pikiran petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
Akibatnya, tujuh petugas KPPS di Ngawi tumbang karena kelelahan. Mereka sampai harus dirawat di puskesmas dan rumah sakit.
“Semuanya tertangani, tidak ada yang fatal,’’ kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi Prima Aequina Sulistyanti, Kamis (15/2) kemarin.
KPU setempat tengah memantau kesehatan para petugas KPPS dengan menggandeng dinas kesehatan (dinkes).
Pasalnya, tidak sedikit tempat pemungutan suara (TPS) yang proses penghitungan lima jenis surat suaranya rampung pada hari Kamis (15/2) subuh dan pagi.
Selain itu, memonitor pencairan honor petugas KPPS dan perlindungan masyarakat (linmas) sepanjang hari kemarin.
Besarannya, ketua KPPS Rp 1,2 juta, anggota KPPS Rp 1,1 juta, dan linmas Rp 700 ribu.
Baca Juga: Hari H Coblosan Pemilu Lancar, Bupati Ngawi Berharap Partisipasi Pemilih Tembus 85 Persen
KPU mengklaim kewajiban pembayaran tersebut selesai ditunaikan. Honor terbayar sebelum keringat kering.
‘’Semuanya sudah dicairkan,’’ ujarnya.
Prima mengatakan, penghitungan suara di 2.754 TPS rampung. Seluruh logistik hasil pemilu yang sebelumnya dikumpulkan ke panitia pemungutan suara (PPS) digeser ke panitia pemilihan kecamatan (PPK).
‘’Mulai hari ini (kemarin, Red) sejatinya sudah bisa melakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan,’’ ucapnya. (sae/cor)
































