Kabar Ngawi

Keduk Beji : Upaya Merawat Tradisi Bersih Desa

Saat ini, jarang kita temui kegiatan yang bernama bersih desa. Acara yang dulu sudah menjadi tradisi di banyak desa di Jawa sekarang perlahan mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya sendiri. Bersih desa merupakan suatu kegiatan selamatan atau upacara adat Jawa yang berfungsi untuk memberikan sesaji kepada danyang desa dengan harapan masyarakat desa dijauhkan dari segala macam musibah.

Upacara adat bersih desa sendiri saat ini mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya diakibatkan oleh adanya pengaruh dari budaya global atau yang biasa kita kenal dengan globalisasi serta adanya pandangan bahwa upacara adat dengan memberikan sesaji kepada danyang desa dianggap bertentangan dengan nilai moral suatu agama sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan adanya kepercayaan ganda.

Padahal, upacara bersih desa sendiri merupakan suatu tradisi leluhur Jawa yang seharusnya secara turun-temurun dilestarikan sebagai sebuah warisan budaya. Salah satu tradisi upacara bersih desa yang masih rutin diadakan dan bahkan tiap tahun terus berkembang adalah Upacara Keduk Beji di Desa Tawun, Kabupaten Ngawi.

Keduk Beji sendiri memiliki arti yaitu Keduk; membersihkan dan Beji; sendang atau sumber mata air. Secara singkat, Keduk Beji adalah upacara adat membersihkan sumber mata air yang berada di Sendang Tawun. Upacara Keduk Beji sendiri rutin dilaksanakan tiap tahun dengan tujuan agar mata air yang berada di dalam Sendang Tawun senantiasa jernih dan bersih serta untuk mengenang jasa Ludrojoyo sebagai leluhur Desa Tawun yang telah mengorbankan dirinya sendiri untuk sumber mata air Sendang Tawun agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga :   Tari Orek - Orek

Upacara Keduk Beji bukan hanya sekedar pembersihan sumber mata air Sendang Tawun saja. Tetapi terdapat beberapa prosesi yang masih berkaitan dengan adat Jawa yang harus kita rawat, diantaranya; penyerahan sesaji berupa gunungan lanang dan gunungan wadon ke dalam Sendang Tawun yang kemudian akan dibagikan ke warga yang hadir, pementasan tari Kecetan yang merupakan tarian khas dari Ngawi oleh pemuda desa sebagai perlambang kejantanan dan keberanian seseorang, serta kungkum lumpur di dalam Sendang Tawun yang dipercaya dapat membuat awet muda dan sehat.

Upacara Keduk Beji merupakan salah satu upaya dari masyarakat Desa Tawun, Kabupaten Ngawi untuk tetap merawat salah satu tradisi leluhur mereka sekaligus melestarikan salah satu upacara adat Jawa yaitu bersih desa. Upacara Keduk Beji sendiri juga merupakan pematah stigma bahwa upacara adat Jawa berpotensi bertentangan dengan nilai moral suatu agama, karena di dalam upacara Keduk Beji sendiri malah merekatkan serta menjaga toleransi antar umat beragama yang saling bahu-membahu merawat serta menyukseskan upacara adat ini.

Baca Juga :   20 Dalang Cilik Ngawi Timur Dikumpulkan Dinas Pariwisata

Upacara Keduk Beji saat ini sudah didukung oleh pemerintah sebagai salah satu program wisata budaya di Kabupaten Ngawi yang diharapkan nantinya dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung
ke Kabupaten Ngawi. Semoga Upacara Keduk Beji ini terus dapat terlaksana tiap tahunnya agar kelak generasi kita tahu, bahwa masyarakat Jawi memiliki beragam tradisi adat yang bermanfaat bagi lingkungan dan sekitarnya. Serta semoga Upacara Keduk Beji ini menjadi tonggak untuk merawat tradisi bersih desa lainnya yang berada di Jawa khususnya di Ngawi, sehingga nantinya tradisi bersih desa bukan hanya sekedar nama belaka.

Keduk Beji : Upaya Merawat Tradisi Bersih Desa
Oleh : Maylingga Vainggita Muharrom. FKIP UNS’15

Tags
Show More

KampoengNgawi

Media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi, kabar ngawi, kabar desa, pemerintahan, pendidikan, budaya, dan lainnya. Email : redaksi@kampoengngawi.com

Berita Terkait

Kirim Komentar

Email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom yang ditandai * harus diisi

9 − 7 =

Back to top button
Close