Pendidikan

KKN-PPM UGM Tingkatkan Skill Pemandu Wisata Kayangan Desa Brubuh Ngawi

NGAWI — Desa Brubuh yang terletak di Kecamatan Jogorogo, kabupaten Ngawi merupakan desa wisata yang terkenal dengan nama “Wisata Kayangan” yang menawarkan keindahan alam Gunung Lawu serta mengenalkan gaya hidup dan tradisi yang menjadi daya tarik desa.

Potensi alam di desa juga menjadi nilai tambah tersendiri seperti outbond, susur sungai, dan wisata buah. Hal ini tentu menjadi sumber peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Selain wisatawan domestik, kini Wisata Kayangan Desa Brubuh ramai pula dikunjungi wisatawan dari luar negeri. Dalam hal ini, pengelola dan pemandu desa wisata harus mampu berkomunikasi secara baik dengan para wisatawan, terutama yang berasal dari luar negeri.

Dengan demikian, para pemandu desa wisata harus menambah kemampuan berkomunikasi. Salah satunya dengan mempelajari percakapan dalam bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional.

Berkaitan dengan hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2020 Unit Jogorogo merancang beberapa program untuk membantu masyarakat.

Adalah Sebtian Faiz Ibrahim (Fakultas Ilmu Budaya), Intan Latisha Brilliani (Fakultas Teknik) dan Anggi Fitriani (FISIPOL) yang berkreasi membuat video tutorial dan buku saku panduan yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Atus Syahbudin S.Hut., M.Agr., Ph.D. dan Koordinator Wilayah Dr. Moh. Masrukhi, M.Hum.

Baca Juga :   25 Mahasiswa KKN UGM Dukung Eco-Tourism serta Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kecamatan Jogorogo

Menurut Anggi dan Intan, video menyajikan tayangan audio visual, sehingga sikap, intonasi, dan cara pengucapan kata yang tepat saat berbicara Bahasa Inggris dapat dipelajari dengan mudah. Ketika berlatih dengan video tersebut, masyarakat dapat menirukan berbagai kosakata Bahasa Inggris.

Sementara buku digunakan sebagai sarana mencari kosakata baru. Sebagaimana disampaikan oleh Faiz, contoh-contoh percakapan dapat dijumpai dari membaca buku. Buku tersebut dapat berupa kamus maupun buku saku.

Faiz menerangkan bahwa buku saku percakapan bahasa Inggris sehari-hari yang bertajuk “Daily English Conversation” yang dibuat tersebut berisi ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Pemberian contoh-contoh percakapan di dalamnya merupakan kelanjutan dan pengaplikasian ungkapan-ungkapan umum. Dengan ungkapan umum dan contoh percakapan tersebut, berlatih akan terasa lebih mudah dan langsung memahami konteks penggunaannya.

“Kami berharap 5 video tutorial dan buku “Daily English Conversation” ini dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para pengelola dan pemandu Wisata Kayangan Desa Wisata Brubuh,” imbuhnya.

Sementara itu, Atus yang juga merupakan alumni beasiswa MEXT Jepang pada tahun 2008-2013 sangat menyarankan agar para pemandu berlatih secara rutin untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Buku hanyalah alat bantu untuk meningkatkan kemampuan berbahasa.

Baca Juga :   Bupati Ngawi Ajak Wisatawan Rasakan Sensasi Luar Biasa Flying Fox di Wisata Kayangan

“Beberapa teman seyogyanya diajak untuk terus berlatih berbicara. Secara rutin, gunakan percakapan bahasa Inggris saat berkumpul. Apabila mengalami kesulitan dalam mencari kata-kata dalam konteks tertentu, maka barulah membuka kamus atau buku contoh percakapan. Nah, salah satunya ‘Daily English Conversation’,” jelas Atus yang sedikit banyak menguasai pula Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.

Peningkatan kemampuan berbahasa Inggris masyarakat tentu bermanfaat guna perkembangan Wisata Kayangan Desa Brubuh. Kemajuan desa wisata yang berbasis alam Gunung Lawu tersebut diyakini mampu melestarikan flora dan fauna, serta sumber air. Masyarakat segera sejahtera, alam tetap lestari. (*/kn)

Tags
Show More

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 3 =

Back to top button
Close