Pendidikan

Pendidikan Integral Hidayatullah Ngawi Gelar Seminar Parenting dengan Tema Membangun Imunitas Anak Terhadap Efek Negatif Gadget

NGAWI — Pendidikan Integral Pesantren Hidayatullah Ngawi, yang terdiri dari unit Lembaga Pendidikan TK Yaa Bunayya, SD Luqman Al Hakim, dan SMP Luqman Al Hakim menggelar seminar parenting di Gedung Seni Pemkab Ngawi, Jl. Teuku Umar, Kabupaten Ngawi, Minggu (9/2/2020).

Seminar yang mengambil tema “From Good to Great Parent: Membangun Imunitas Anak Terhadap Efek Negatif Gadget” tersebut menghadirkan narasumber Ustadz Suhadi Fadjaray selaku motivator nasional dan konsultan pendidikan bertaraf nasional maupun internasional.

Hidayatullah Ngawi Gelar Seminar Parenting dengan Tema Membangun Imunitas Anak Terhadap Efek Negatif Gadget. Acara diawali dengan penampilan senandung nasyid dari putra-putri anak didik KB-TK Ya Bunayya dan SD Luqman Al Hakim Ngawi dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan laporan ketua panitia penyelenggara, Septyadi David.

Septyadi dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan seminar parenting ini dilakukan rutin setiap tahun sebagai upaya menyelenggarakan pendidikan yang sinergi antara sekolah dan orang tua.

“Mendidik anak menjadi pribadi yang sholeh, sholehah, cerdas, dan taat pada orang tua bukan hanya tugas guru saja. Peran orang tua sebagai madrasah utama juga sangat penting. Menjadi orang tua yang bijak dan baik dalam mendidik anak adalah dambaan seorang anak. Bagaimana cara orang tua mendidik anak dengan baik? Bagaimana peran Ayah dan Ibu dalam membangun imunitas anak terhadap efek negatif gadget di era ini? Maka dari problematika inilah seminar parenting diadakan,” terang ustadz muda yang mengampu pelajaran IPA di SMP Luqman Al Hakim Ngawi.

Baca Juga :   Evaluasi Revitalisasi Kecamatan Sayang Ibu, IIDI Sosialisasikan Perawatan Bumil

Acara berlanjut dengan penyampaian materi dari narasumber utama, ustadz Fadjaray yang mengawalinya dengan mengajak orang tua untuk selalu bersyukur menerima karunia terbesar Allah SWT berupa anak.

“Apapun keadaan anak kita, harus kita syukuri. Jangan banyak menuntut anak untuk bisa ini dan itu. Jangan bandingkan anak kita dengan anak lain,” terangnya.

Fadjaray menegaskan, bahwasanya untuk menjadi orang tua yang pantas memiliki anak keturunan yang idaman, sholih dan bertaqwa, maka wajib bagi orang tua untuk memperbaiki diri menjadi orang tua yang baik dan bertaqwa.

“Orang tua harus menjadi contoh baik bagi anak, karena itu yang lebih mudah diterima anak dari pada kata-kata nasihat kepada anak. Karena anak lebih mudah menangkap sesuatu yang dilihat dari pada yang didengar. Maka perlihatkan dan dengarkanlah yang baik-baik kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Untuk membentengi anak dari efek negatif gadget, Fadjaray memberikan beberapa tips diantaranya adalah membatasi penggunaan gadget pada anak.

“Anak usia 0-2 tahun tidak boleh terkena paparan teknologi sama sekali. Anak usia 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi hanya satu jam per hari, dan anak usia 6-18 tahun dibatasi 2 jam saja per hari. Bila anak bermain game 15 jam/minggu atau lebih dari 2 jam/hari maka anak akan menjadi kecanduan secara pathologis,” jelasnya lebih rinci.

Baca Juga :   Forkopimda Ngawi Ikuti Video Conference Arahan Gubernur Jatim Terkait Penanganan COVID-19

Orang tua sangat diharapkan mampu menjadi teman bermain dan figur yang penuh kasih sayang kepada anaknya untuk mengalihkan kecenderungan anak kepada gadget maupun hal negatif lain sebagai tantangan zaman modernisasi dan liberalisasi komunikasi.

“Jika anak laki-laki kehilangan figur dan kasih sayang dari ayahnya maka ia bisa tumbuh menjadi Gay. Begitu juga jika anak perempuan kehilangan figur dan kasih sayang dari ayahnya maka ia bisa tumbuh menjadi Lesbi. Na’udzubillahi minta dzalik,” terang penulis buku Berseri Menjadi Ibu itu.

Orang tua dan wali murid yang hadir mengikuti acara seminar dengan penuh antusias. Pemaparan materi yang lugas, interaktif, dan atraktif dari Suhadi Fadjaray tak pelak membuat peserta seminar bersemangat, terkadang diselip tawa riang dan juga haru memenuhi ruangan.

Diakhir sesi banyak orang tua yang sharing pengalaman dalam mendidik anak. Salah satunya seorang ibu paruh baya, wali murid kelas V SD Luqman Al Hakim Ngawi. Ia menyampaikan sesungguhnya yang juga perlu diimunisasi terhadap efek negatif gadget selain anak adalah orang tuanya, bahkan kakek dan neneknya.

Menyadari banyak tantangan mendidik buah hati pada generasi saat ini, memang dibutuhkan usaha yang lebih baik lagi. Diharapkan seminar tersebut mampu membantu orang tua dalam mendidik putra putrinya di era modern ini.(*/kn)

Tags
Show More

KampoengNgawi

Media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi, kabar ngawi, kabar desa, pemerintahan, pendidikan, budaya, dan lainnya. Email : redaksi@kampoengngawi.com

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − two =

Back to top button
Close