Petugas menjelaskan sebuah gambar evolusi manusia purba. Foto : Rina Hafid
Belajar mengenal dan mengerti sesuatu hal tidak melulu dalam ruangan dan diajar dengan cara penjelasan oleh guru di depan kelas dan murid – murid mendengarkan dengan seksama. Metode belajar berinteraksi langsung dengan lingkungan bisa menumbuhkan sebuah inspirasi dan kreatifitas tersendiri dalam hal memahami sebuah materi.
Seperti halnya yang dilakukan oleh siswa – siswi dari SDN Grudo 3 ini, Selasa (18/10). Dalam mengisi Kegiatan Tengah Semester ganjil ini kurang lebih ada 23 siswa – siswi diajak mengunjungi Museum Trinil, sebuah museum sejarah paleoantropologi yang terletak di desa Sooko, Kawu, Kedunggalar, 13 km ke arah barat kota Ngawi.
SDN Grudo 3 Belajar Sejarah di Trinil. Berseragam Pramuka lengkap, naik kereta mini dari sekolah ke lokasi merupakan salah satu cara yang unik yang diberikan oleh para guru pendampingnya. Tentunya selain sebagai refreshing, kegiatan kunjungan ini untuk menambah wawasan tentang sejarah manusia purba dan binatang purba.
[quote]
Kami dari siswa siswi SDN Grudo 3 dalam kegiatan tengah semester mengunjungi situs Trinil untuk menambah wawasan tentang sejarah manusia purba dan binatang purba. Mari kita lestarikan situs yg ada di kota Ngawi tercinta,” terang Rina, salah satu guru pendamping.
[/quote]
Nampak antusias siswa – siswi ini mendengarkan penjelasan dari petugas di museum dan mereka menikmati sekali kegiatan kunjungan ini, selain melihat – lihat isi museum, tidak lupa mereka berfoto bersama untuk mengabadikan momen tersebut. (cse)































