SIDOARJO — STKIP PGRI Sidoarjo menyelenggarakan Seminar Media Pembelajaran Sejarah bertajuk “Membangkitkan Mahasiswa Kreativitas Sejarah Serta Inovatif yang dapat bersaing Di Era 5.0” pada Sabtu, 23 Desember 2023.
Digelar di Aula STKIP PGRI Sidoarjo, acara ini mengundang dua narasumber berkompeten untuk berbagi pandangan dan pengetahuan, yaitu Dr. Izzatul Fajriyah, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sidoarjo dan Yudha Adyaksa, S.Ikom, seorang Enthusiast Digital, Youth & Community.
Dengan pengalamannya mengajar, Izzatul Fajriyah membahas media pembelajaran non-digital. Dengan pengalamannya mengajar, Ia memberikan perspektif best practice dan pemahaman mendalam terkait metode pembelajaran konvensional.
Sementara Narasumber kedua, memberikan perspektif best practice dan pemahaman mendalam terkait metode pembelajaran konvensional. Kehadirannya memberikan nuansa segar dengan ide-ide kreatif untuk memajukan pendidikan sejarah di era digital.
Rizki Putra Pradana, Ketua Himas STKIP PGRI Sidoarjo, berbicara tentang Karya Bangkit Sejarah adalah kegiatan yang bertujuan untuk menggali potensi mahasiswa, terutama dari jurusan Pendidikan Sejarah.
Menekankan pada peningkatan model pembelajaran inovatif, Rizki memberikan apresiasi untuk seluruh elemen yang turut mendukung acara ini, termasuk panitia yang telah luar biasa dalam mempersiapkannya.
Ketua Pelaksana Karya Bangkit Sejarah Tahun 2023 Vieri Bayu mengatakan, acara ini tidak hanya mencuri perhatian karena hadirnya dua narasumber berkompeten, tetapi juga karena antusiasme peserta.
“Meskipun diadakan pada hari libur dan libur panjang, lebih dari 100 peserta hadir, terdiri dari mahasiswa dari berbagai prodi dan kampus terdekat,” ujarnya.
Menurutnya, ini adalah bukti nyata bahwa semangat belajar dan ketertarikan terhadap pembelajaran sejarah tetap tinggi di kalangan mahasiswa.
Seminar ini bukan hanya tentang pengetahuan yang disampaikan oleh narasumber, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjelajahi dan mengembangkan minat mereka dalam sejarah.
Dengan berbagai metode pembelajaran yang dijelaskan, peserta dapat membawa pulang bekal berharga untuk diterapkan dalam studi mereka.
Diharapkan kegiatan seperti Seminar Media Pembelajaran Sejarah semacam ini terus diadakan sebagai wahana untuk mendorong mahasiswa menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di Era 5.0 yang semakin digital.
































