Semarak Festival Buah Peraduan Mama di Jogorgo kemarin yang diikuti oleh semua unsur yang ada di kecamatan Jogorogo mulai dari Kelompok Tani, Gapoktani, Pelajar, Desa, dan satker lingkup Kecamatan. Festival yang mengambil tema “Ngunduh wohing ngawi ijo royo-royo” ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat Jogorogo akan hasil panen yang melimpah.
Kecamatan Jogorogo dikenal sebagai penghasil buah Pete, Rambutan, Durian, manggis dan sawo manila yang oleh warga masyarakat sebagai “Peraduan Mama” dengan demikian warga masyarakat menyebut Kecamatan Jogorogo sebagai Kota Peraduan Mama (Pete, Rambutan, Durian, manggis, sawo manila).
Sepanjang jalan Jogorogo kemarin padat lautan manusia membuat Semarak Festival Buah Peraduan Mama ini. Pertigaan Pasar Jogorgo menjadi lautan manusia yang ikut meramaikan festival buah ini. Nampak beberapa pelajar yang usai parade drumband dan masyarakat dari wilayah lain yang turut serta meramaikan. Sederetan buah durian yang mengikuti kontes buahpun nambah digelar di meja penjurian.
“Meriah dan jalanan macet, kita sampai tidak kebagian beberapa buah yang kita cari”, Ujar Fuad, salah satu masyarakat yang datang jauh – jauh dari Jogja untuk melihat festival ini. Semarak Festival Buah Peraduan Mama.
Lebih jauh dijelaskan oleh pemuda yang berasal dari Karangjati ini, “Acara seperti ini setidaknya memberikan warna baru bagi masyarakat dan semoga kedepannya akan terus ada serta bisa lebih baik pengelolaannya.”
































