Abimanyu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ngawi dengan tegas membantah dugaan penyunatan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) senilai Rp 11 miliar bersumber APBN 2016. Adanya kabar tersebut Manyu demikian panggilan akrabnya, bakal secepatnya menindaklanjuti dengan melakukan evaluasi total lembaga yang berada di bawah naungan Dindik Ngawi.
BOP PAUD dan TK Disunat 11 Miliar bersumber dari APBN 2016. “Kami sudah menghubungi semua jajaran untuk mengecek adanya pemotongan itu. Sementara ini sesuai laporan yang sama terima tidak ada,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi Abimanyu seperti dilansir SiagaNgawi.com .
Jelasnya, tentang mekanisme pencairan Dana BOP PAUD dan TK sesuai alurnya dari pusat langsung masuk ke rekening masing-masing lembaga penerima tanpa adanya pihak lain. Dengan adanya isu penyunatan tersebut dirinya pun mengaku bingung teknisnya jika kabar itu benar. Meski demikian pihaknya yakin soal penyunatan dana BOP tidak lebih dari isu.
“Jadi kalau ada yang memotong, motongnya gimana, kalau itu benar laporkan saja ke instansi hukum biar diproses,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Ngawi Supardi menambahkan, dari total dana BOP PAUD dan TK sebesar Rp 11,9 milliar yang direalisasikan untuk 839 PAUD dan TK se Ngawi dan diperioritaskan bagi siswa PAUD dan TK usia empat sampai enam tahun sama sekali tidak ada potongan.
“Dinas Pendidikan sama sekali tidak melakukan pemotongan, bahkan ada beberapa oknum yang mau member tapi kami tolak. Kami minta para lembaga untuk menggunakan anggaran tersebut sebaik-baiknya, yang jelas tidak ada potongan dari kami,” ujarnya.
Dijelaskan Supardi, bahwa Dana BOP PAUD dan TK yang diterima para lembaga ini menyesuaikan besaran per lembaga dari jumlah siswa. Untuk PAUD dan TK yang memiliki penyandang dana mandiri rata-rata menerima Rp 3 sampai Rp 5 juta. Sedangkan, bagi PAUD dan TK rintisan dengan sumber dana minim sekitar Rp 7 juta. Kemudian untuk lembaga besar mendapatklan Rp 35 juta. Dari dana tersebut, rata-rata per siswa mendapatkan Rp 600 ribu. (cse)
































