Jakartapress.com – Hasil karya anak bangsa yang sarat dengan nilai budaya dan memiliki makna sejarah adalah batik. Karenanya, faktor ini pula yang menjadi salah satu pemicu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur untuk mengembangkan batik sebagai bagian dari potensi daerah.
“Batik merupakan potensi daerah yang sedang kami kembangkan. Dan setahun belakangan, produksinya sedang kami giatkan,” ujar Bupati Ngawi, Ir H Budi Sulistyono, saat Halal Bi Halal dan Temu Kangen warga Ngawi di Pendopo Kabupaten Ngawi, Kamis (1/9/2011) malam.
Batik yang dimaksud pria yang akrab disapa Kanang ini sementara masih sebatas batik tulis. Untuk motifnya mengambil corak yang berlatarkan budaya khas kota Ngawi.
Menurutnya, meski masih merupakan investasi perorangan, namun pihak Pemkab Ngawi tengah berupaya mengenalkannya hingga ke kota-kota besar di Indonesia.
“Proses promosi batik khas Ngawi sedang kami jalani. Sejauh ini baru di dua kota, yaitu Surabaya dan Jakarta,” lanjut Kanang.
Untuk promosi ke luar daerah, Kanang mengaku masih mengandalkan cara lewat pameran-pameran. “Ini baru langkah awal, tapi respon masyarakat sungguh menggembirakan,” sambungnya.
Sementara di lingkup Pemkab sendiri telah diterapkan aturan, setiap pejabat yang sedang bertugas keluar daerah diwajibkan mengenakan batik khas kota Ngawi.
Targetnya hingga tahun 2015, semua pegawai di lingkungan Pemkab Ngawi setiap hari Kamis wajib menggunakan batik hasil produksi daerah sendiri.
“Kami berharap batik Ngawi bisa berbinar seperti batik Pekalongan atau batik Solo. Dan untuk menghadapi persaingan pasar batik di negeri ini, kami terus memberikan pelatihan dan melakukan orientasi pasar sebelum memproduksi batik khas kota Ngawi,” pungkas Kanang. [noer]
































