KKN-PPM UGM Bangun Homestay di Dekat Kebun Teh Jamus Ngawi

Desa Girikerto, Sine - Pemandangan Menuju Kebun Teh Jamus. Foto-IG/girikertourism

SINE, NGAWI — Desa Girikerto yang berada di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi terus mengembangkan potensi wisatanya. Selain pesona kebun teh Jamus yang berusia ratusan tahun, desa ini semakin ramai berkat kehadiran Taman Bunga Sumber Koso.

Sejak Juli 2018 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai mempercantik sumber air tersebut karena memiliki tegakan pinus yang eksotis dan beberapa pohon asli lereng Gunung Lawu.

Untuk mendukung keberadaan Desa Wisata Girikerto (DeWiGiri), mahasiswa KKN PPM UGM J1044 memandang perlu pembangunan homestay, karena kebutuhan ini sangatlah mendesak. Belum lagi Pemda Ngawi juga sedang membangun Agro Techno Park (ATP) di Kecamatan Ngrambe yang berjarak hanya sekitar 2,5 km.

Sejak awal Januari 2019 mahasiswa KKN-PPM UGM Sub-unit Dodokan mengusung program pembuatan dan pembimbingan homestay, serta online marketing. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi dan kajian SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) terhadap rumah-rumah masyarakat di Padukuhan Dodokan.

Pada pertengahan Januari 2019 mahasiswa KKN PPM UGM berhasil memilih dan menjalin kerjasama dengan 4 rumah di Padukuhan Dodokan yang bersedia untuk dijadikan homestay. Keempatnya berlokasi dekat sekali dengan Taman Bunga Sumber Koso, air terjun Ondo Rante dan kebun teh Jamus. Sebagian homestay menyajikan pemandangan indah kebun teh Jamus tepat di depan rumah. Bahkan hanya dengan membuka gorden saja.

“Sejak awal mahasiswa sudah diarahkan supaya memilih rumah-rumah masyarakat Dodokan yang bersebelahan langsung dengan kebuh teh Jamus. Tentu pemandangannya sangat indah. Ini akan menjadi keunikan homestay di Dodokan,” jelas Atus Syahbudin, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM UGM J1044.

Padukuhan Dodokan menyuguhkan pula pemandangan menawan pada saat malam tiba. Bintang-bintang dan gemerlap lampu Kota Ngawi dapat dinikmati dari Girikerto.

“Calon homestay di Padukuhan Dodokan akan memanjakan mata pada siang dan malam hari,” jelas Aurizka Marta, mahasiswa KKN PPM UGM dari Fakultas Hukum yang didampingi Moh. Fitriansyah, mahasiswa Fakultas Filsafat.

“Siang dengan pemandangan hamparan kebun teh dan malam dengan bintang-bintang dan cahaya malam Kota Ngawi,” tambah Aurizka.

KKN-PPM UGM Bangun Homestay di Dekat Kebun Teh Jamus Ngawi. Langkah berikutnya yang sedang dilakukan saat ini adalah pengecatan ulang rumah calon homestay, pemasangan plang, pemasaran online, dan peresmian calon homestay.

Papan nama dan penunjuk arah menuju homestay merupakan bagian penting. Pemilik homestay masih terus dibimbing, terutama untuk menguasai pemasaran homestay secara daring (dalam jaringan) atau online marketing.

Rencananya pada Minggu besok (3/2/2019), keempat calon homestay tersebut bersama 4 homestay lainnya yang telah diinisiasi pada Juli-Agustus 2018 lalu akan diresmikan oleh Camat Sine bersama DPkM UGM.

“Kami sangat berharap bahwa keberadaan homestay yang dikelola oleh masyarakat ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat berkat pengembangan Desa Wisata Girikerto, sehingga hutan Gunung Lawu tetap lestari dan air senantiasa melimpah,” kata Atus menutup pembicaraan. (/*)

Related Post

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

Tentang Redaksi

KampoengNgawi

KampoengNgawi merupakan media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi dari semua sektor dan kondisi yang ada di Ngawi dan semua hal yang terkait dengan Ngawi.

Kirim press release, artikel, liputan, jadwal event ke:
redaksi[at]kampoengngawi.com