Kesehatan

Hasil Rapid Test Bukan Penentu Seseorang Positif COVID-19

NGAWI — Tidak semua masyarakat mengetahui bahwa dalam menentukan orang terpapar virus corona atau COVID-19 ada beberapa prosedur atau protokol kesehatan yang dilakukan. Tentu kesemuanya demi sebuah hasil yang akurat.

Banyak dari beberapa berita menyebutkan bahwa seseorang dikabarkan positif saat rapid test dan akhirnya membuat kepanikan, padalah rapid test bukan penentu seseorang terkonfirmasi positif COVID-19.

Rapid test, atau lebih lengkapnya alat tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test) untuk COVID-19 di Indonesia saat ini diberlakukan sebagai sebuah screening awal bagi sekelompok atau beberapa orang yang diduga atau terindikasi terkena virus.

Hasil Rapid Test Bukan Penentu Seseorang Positif COVID-19. Yang saat ini bisa digunakan sebagai acuan adalah dengan tes yang menggunakan sampel dari lendir hidung atau tenggorokan dengan tes real-time reverse transcriptase Polimerase Chain Reaction (rRT-PCR).

Tes PCR ini digunakan untuk mendeteksi virus di molekul RNA. Tentunya hasil tes PCR lebih akurat mendeteksi virus dibanding tes diagnostik cepat atau rapid test.

Dilansir situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menerangkah bahwa rapid test atau tes cepat yang dilakukan oleh pemerintah bukan untuk diagnosa, melainkan untuk mengukur antibodi yang ada di dalam tubuh seseorang berbasis respon imunologi.

Baca Juga :   Update Perkembangan Kasus COVID-19 Kabupaten Ngawi per 18 April 2020

Tes cepat dilakukan untuk mengukur jumlah antibodi pada tubuh manusia yang mana akan berfluktuasi apabila ada virus masuk ke dalam tubuh. Data hasil pengukuran tersebut kemudian akan dijadikan sebagai sebuah deteksi awal untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Beberapa tenaga kesehatan menyebut hasil rapid test positif dengan istilah reaktif virus, artinya, ada indikasi bahwa seseorang yang menjalani rapid test tersebut bereaksi terhadap adanya infeksi.

Seperti halnya yang dilakukan terhadap santri Temboro asal Ngawi, hasil positif/reaktif rapid test 11 santri masih harus dilakukan tes swab atau PCR di laboratorium yang telah memenuhi kriteria, dalam hal ini untuk Ngawi dilakukan di RS Unair Surabaya. (cse)

Tags
Show More

KampoengNgawi

Media bebas yang menampilkan informasi seputar Ngawi, kabar ngawi, kabar desa, pemerintahan, pendidikan, budaya, dan lainnya. Email : redaksi@kampoengngawi.com

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − two =

Back to top button
Close