Masjid Baiturrahman Kabupaten Ngawi, Senin (16/02/2015) malam, dipenuhi masyarakat dari berbagai daerah yang menghadiri manaqib kubro bersama Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya).
Perhelatan akbar tersebut digelar sebagai ajang Silaturahim Ulama dan Habaib Se-Jawa Timur. Tampak hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Drs.H. Saifullah Yusuf, Bupati Ngawi Ir.H.Budi Sulistyono,Wakil Bupati Ony Anwar ST,MH dan USPIMDA Kabupaten Ngawi.
Jamaah yang hadir baik dari dalam dan luar kota berikut santriwati di sekitar pesantren Kabupaten Ngawi, larut dalam sholawat, tasbih, tahlil, dan doa. Mereka dengan dominasi pakaian putih ini, memadati halaman Masjid Baiturrahman yang tak lagi mampu menampung luapan jamaah. Pada acara manaqib kubro yang dibuka dengan lantunan ayat Al-Quran yang dimulai sehabis solat magrib sampai selesai.
Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh an-Nahdiyyah (Jatman) harus berkontribusi dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) k- 33 di Kab. Jombang pada 1-5 Agustus mendatang. Kontribusi tersebut bisa berupa sosialisasi rencana Muktamar di setiap acara pengajian Jatim
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur saat menghadiri pengajian akbar Manaqib Kubro Jatman se- Jatim di Masjid Agung Baiturahman Kab. Ngawi, Seni (16/2) malam.
Seperti disampaikan oleh Biro Humas Jatim, Gus Ipul sapaan akrabnya menuturkan, bentuk kontribusi lainnya guna menyemarakkan dan menyukseskan Muktamar NU ini bisa diisi dengan kegiatan istigozah akbar yang melibatkan seluruh jamaah Thoriqoh dan Manaqiban seluruh Indonesia.
“Jamaah dari Thoriqoh dan Manaqiban pasti orang NU. Tidak ada orang yang mengikuti Manaqiban dan Thoriqoh jika bukan warga NU. Jatman harus ikut ambil bagian dalam menyukseskan Muktamar nanti. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada jamaah, untuk melakukan kegiatan yang menjadi jati diri dari seluruh warga NU pada Muktamar di bulan Agustus mendatang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Muktamar NU akan di buka di Alun-Alun Jombang. Sedangkan lokasi sidang akan ditempatkan di empat pondok pesantren besar, masing-masing Ponpes tersebut antara lain Tebuireng, Bahrul Ulum Tambak Beras, Darul Ulum Peterongan dan Mambaul Ma’arif Denanyar.
Kegiatan Muktamar ini akan menjadi momentum dan kesempatan untuk menyejahterakan masyarakat Jatim dengan melibatkan semua komponen masyarakat mulai dari PKL, tukang becak dan tukang ojek di libatkan menjadi panitia. “Muktamar ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim karena jamaah dari seluruh Indonesia dan negara islam di dunia akan hadir dan mengikuti Muktamar secara khidmat,” imbuhnya.
Diharapkan, seluruh jamaah dari Jatman dapat memberikan sumbangsih dan partisipasinya agar pelaksanaan Muktamar dapat berlangsung secara lancar. “Saya mohon kepada jamaah Jatman untuk mendoakan demi kelancaran Muktamar NU ke depan. Semoga segala kegiatan yang disajikan dapat menghasilkan manfaat positif bagi ummat dan masyarakat,” terangnya.
Bupati Ngawi Budi Sulistyono, mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya pengajian akbar sekaligus digelarnya Manakiban di Kab. Ngawi. “Allhamdulillah dan terima kasih karena Ngawi dipercaya menjadi tuan rumah. Jamaah thoriqoh di Ngawi jumlahnya sangat banyak dan keberadaanya menyebar dimana mana. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan sesuatu keberkahan yang baik bagi masyarakat Ngawi,” ujarnya.
Senada dengan Gus Ipul, KH. Hamid Lutfi dalam tausiyahnya mengatakan, bahwa Jatman akan mendukung penuh pelaksanaan Muktamar NU ke 33 di Jombang. Karena, saat ini warga NU sebagian besar adalah jamaah Thoriqoh. “Kami akan menampilkan beberapa kelebihan dan keunggulan dari seluruh jamaah Thoriqoh dan Manakiban dalam Muktamar. Semoga pelaksanaan Muktamar dapat berlangsung secara khidmat, lancar, sukses dan diberkahi Allah SWT,” pungkasnya.
































