Minggu 24 Juli 2016,Paguyuban Dimas Diajeng Ngawi bekerja sama dengan Organisasi Pemerhati Seni Ngawi (Rahayat) mengadakan sebuah acara yang spektakuler yaitu “Ahad Enjing Gerakan Bersarung Nusantara 2016“.
Kegiatan yang berlokasi di Amphy Teater Alun – alun Kabupaten Ngawi ini mewajibkan seluruh peserta untuk memakai kain nusantara sebagai pakaian bawahan mereka. Seperti yang disampaikan oleh Imam Mustofa dalam sambutannya , “Kita tidak boleh melupakan warisan nenek moyang , sebagai contoh batik, batik merupakan denimnya Indonesia, dengan memakai batik berarti kita menunjukan kepada dunia inilah ciri khas indonesia, inilah denimnya Indonesia” jelas pengurus organisasi Rahayat tersebut.
Acara yang dimeriahkan oleh band lokal Ngawi, Affeto, selain mengajak anak – anak muda Indonesia untuk tidak melupakan warisan budaya, acara ini juga merupakan kegiatan menyongsong program pemerintah yaitu “VisitNgawi Year 2017”
Ayo anak muda indonesia cintai produk lokal, pakai produk lokal, dan selalu produk lokal, karena Kalau nggak Lokal nggak Keren.
[quote]
“Acara Ahad Enjing bertujuan menumbuhkan Kepedulian Masyarakat Ngawi untuk lebih mencintai produk-produk Lokal, dan Insyaallah Acara Ahad Enjing akan rutin dilakukan untuk lebih menumbuhkan rasa kepedulian dengan produk lokal”, tegas Imam Mustofa.[/quote]
Ahad Enjing dari bahasa Jawa yang berarti Ahad = Minggu dan Enjing : Pagi, jadi acara tersebut di adakan pada “Minggu Pagi”. Acara seperti ini pernah di adakan di Jakarta dan Jogja dengan nama “Sunday Dress Up” . Ini baru pertama kali diadakan di Kabupaten Ngawi.(mra)
































