NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Muhammad Tomy Djehamat, 52, tak kunjung pulang saat dicari keluarganya, Senin (12/2) petang lalu.
Warga Desa Dawu, Kecamatan Paron, itu rupanya sudah tak bernyawa, diduga tewas akibat tersambar petir.
“Karena maghrib tidak pulang ke rumah, akhirnya saya disuruh mencari ke sawah,” kata Sugeng Hidayat, menantu korban, Selasa (13/2), dikutip dari Radar Lawu.
Sugeng mengatakan, semula mertuanya pamit ke sawah pada Senin sore. Namun korban tidak kunjung pulang kendati hari sudah petang.
Sugeng akhirnya diminta ibu mertuanya untuk mencari ke sawah selepas maghrib. Sugeng terkejut saat mendapati mertuanya sudah tertelungkup di pematang sawah.
“Saya temukan sudah tidak bernyawa dengan posisi tengkurap,” ujarnya.
Kapolsek Paron AKP Budiyanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya yang mendapatkan laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan visum luar.
Dia mengatakan, korban mengalami luka bakar pada bagian telinga dan lengan tangan kirinya. Dugaan kuat, korban meninggal diduga akibat tersambar petir.
Jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka. “Dugaannya karena tersambar petir,” ujarnya.
Saat melakukan olah TKP, polisi hanya menemukan botol air mineral milik korban. Baju korban juga robek.
Berdasarkan keterangan warga, sore hari kemarin memang terjadi hujan deras dan petir. “Setelah dilakukan visum di tempat, dipastikan tewas akibat tersambar petir,” pungkasnya. (sae/naz)
































