NGAWI — Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2 pada tahun 2020 harus dilaksanakan dengan konsep yang berbeda dengan periode-periode sebelumnya dikarenakan adanya pandemi COVID-19.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh para mahasiswa secara daring atau online dengan memanfaatkan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
Mahasiswa peserta KKN-PPM UGM periode 2 pada 29 Juni – 18 Agustus 2020 menjalankan program-program pengabdian sepenuhnya dengan metode daring. Demikian halnya kegiatan komunikasi dengan masyarakat setempat juga dilakukan secara daring mengingat keadaan yang tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi secara langsung.
Desa Jaten merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Luas wilayah desa ini sekitar 318,36 ha yang terdiri dari 4 dusun meliputi: Dusun Jaten, Pandak, Jetis, dan Duren.
Mayoritas masyarakat Desa Jaten merupakan penduduk asli bersuku Jawa. Kondisi demografi ini berpotensi dapat dikembangkan sebagai desa wisata berbasis budaya. Untuk memperkuat budaya yang telah ada, maka diperlukan upaya edukasi budaya kepada masyarakat.
Mahasiswa peserta KKN-PPM UGM berupaya mengembangkan dan berinovasi terhadap kegiatan edukasi budaya yang telah ada. Pengembangan dan inovasi metode pembelajaran yang dilakukan ialah dengan merumusakan konsep buku saku sederhana mengenai aksara Jawa dan tokoh pewayangan sebagai sarana pengayaan.
Sebagaimana diketahui bahwa aksara Jawa dan wayang merupakan salah satu identitas budaya Jawa. Identitas budaya yang semacam inilah dapat dijadikan sebagai salah satu daya tarik pariwisata. Pengembangan pariwisata berbasis budaya di desa ini dapat mengimbangi sektor agrowisata yang akan segera dikembangkan.
Program ini dipimpin oleh Sahmu Hidayat, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UGM Jurusan Sastra Nusantara, dibimbing oleh Atus Syahbudin, Ph.D. (Fakultas Kehutanan) dan Dr. Moh. Masrukhi, M.Hum. (Fakultas Ilmu Budaya) selaku Dosen Pembimbing Lapangan dan Koordinator Wilayah KKN-PPM UGM.
Sahmu menyusun buku saku berjudul Trawaca Aksara dan Wiyata Wayang yang merupakan seri buku saku Wiyata Budaya. Secara khusus kedua buku saku disusun untuk mengedukasi pendidikan budaya kepada para siswa di Desa Jaten. Selain itu, Sahmu pun membuat poster Pariwisata Sari Budaya.
Edukasi budaya kepada generasi muda dapat dilakukan melalui pendidikan yang bersifat formal maupun non formal. Dalam lingkup pendidikan formal, para generasi muda memperoleh edukasi budaya dengan adanya mata pelajaran Bahasa Jawa sebagai muatan lokal wajib sekolah-sekolah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY.
Sedangkan dalam lingkup non formal, edukasi budaya dapat diperoleh dari lingkungan keluarga maupun kegiatan sosial dengan masyarakat sekitar. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa edukasi budaya kurang bermanfaat terhadap masa depan.
“Anggapan yang semacam inilah yang perlu diluruskan kembali melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat edukasi awal atau introductory education,” ujar tim KKN PPN UGM kepada redaksi KampoengNgawi.
Buku saku bertajuk Trawaca Aksara dan Wiyata Wayang ini merupakan seri buku saku Wiyata Budaya. Secara khusus kedua buku saku disusun guna mengedukasi pendidikan budaya kepada para siswa di Desa Jaten.
Selain itu, mahasiswa juga membuat poster bertajuk Pariwisata Sari Budaya. Tujuan pembuatan poster ini ialah untuk memperkenalkan konsep desa wisata budaya secara khusus kepada pemangku pemerintah di Desa Jaten dan secara umum kepada seluruh masyarakat.
Program-program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat di dalam upaya pengembangan desa wisata budaya ke depannya. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan rating desa agrowisata yang juga sebagai desa wisata budaya. (*/kn)
































