Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu, mengatakan Pasar daging legendaris tersebut tetap berada di Jalan Arimbi tetapi akan dilakukan penataan atau dipindahkan sekitar 100 meter dari pinggir jalan utama.
“Alhamdulilah Pasar Daging Arimbi sudah masuk ke dalam saat ini. Karena sudah ditata di dalam sekarang lebih rapi dan lebih nyaman untuk berbelanja,” kata Eri.
Penertiban tersebut dilakukan setelah Pemkot Surabaya melakukan diskusi bersama pedagang. Dia pun mengapresiasi para pedagang karena kooperatif dan mau dipindahkan ke tempat yang lebih tertata.
“Ketika semuanya baik, kami sampaikan ke pedagang Pasar Arimbi dan akhirnya mereka mau masuk ke dalam. Ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan untuk saya. Jadi bukan kita obrak-obrak, tapi kita diskusi dengan mereka dan mereka sendiri yang meminta masuk ke dalam,” ujarnya.
Eri menyebut, ke depan, penataan akan tetap dilakukan di kawasan Pasar Daging Arimbi, agar lokasi itu bisa semakin berkembang.
“Saya meminta ke Cipta Karya supaya Pasar Arimbi ini bisa terus diperbaiki. Pasar daging itu akan terus ada di sana meskipun Rumah Potong Hewan (RPH) sudah pindah nantinya, karena itu pasar daging legendaris,” ucap dia.
Sementara, seorang warga Jalan Arimbi Gang 3 bernama Samsul mengatakan bahwa penertiban pedagang membuat arus lalu lintas menjadi lancar.
“Kalau dipindah seperti saat ini, arus lalu lintas lancar. Karena sebelumnya kalau waktunya pedagang buka memang agak macet, apalagi kalau ada truk muatan sapi. Sekarang sudah lancar jalannya,” kata Samsul.
Senada, warga lainnya Mustar menyebut penertiban pedagang yang dilakukan memberikan manfaat bagi kelancaran mobilitas warga sekitar.
“Biasanya kalau ada truk buatan bongkar muat sapi memang agak macet. Sekarang arus lalu lintas lebih baik, oke menurut saya,” ungkap pria 65 tahun itu.































