Setelah ada penetapan Peraturan Menteri Keuangan tentang DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai) yang mengalami sedikit perubahan, kini Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ngawi mulai mengadakan program kegiatan pembinaan lingkungan sosial.
Seperti kegiatan Sosialisasi Ternak Sapi Disnak Ngawi di Desa Pangkur, Kecamatan Pangkur, dan Karangjati, Kec.Karangjati pada 9 Agustus 2016 yang lalu. Dalam memberikan pembinaan pada petani ternak, Dinas Peternakan mendatangkan beberapa nara sumber.
Nara sumber yang berasal petani ternak sukses dari warga Kabupaten Ngawi Muhammad Sarfan Karvi , PPL Peternakan dari Dinas Ketahanan Pangan Widodo Martono, dan Dokter Hewan Supriyanto.
Sosialisasi Ternak Sapi Disnak Ngawi ini dihadiri oleh Tim Pelaksana dibawah pimpinan Sutrisno. Juga seluruh anggota kelompok petani ternak Sumber Makmur dari Pangkur yang dikomandani Diono dan Sumber Bakat dari Karangjati yang diketuai Parmin.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ngawi Ir.Sunito M.Si yang diwakili Tim menyampaikan diadakan kegiatan pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja melalui bantuan pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja pemeliharaan ternak dan masyarakat melalui bantuan sarana produksi.
Kegiatan Sosialisasi Ternak Sapi Disnak Ngawi ini menitikberatkan pada sektor peternakan sapi potong ini sebagai persiapan untuk beberapa kelompok tani ternak dari Pangkur dan Karangjati yang akan mendapatkan bantuan hewan ternak nantinya.
Nara sumber Sarfan menjelaskan cara ternak sapi yang baik dan sukses. Pembinaan diawali dengan mempersiapkan bentuk dan ukuran yang tepat untuk per ekor sapi. Ada beberapa trik digunakan pada peternak sukses baik ukuran , bentuk maupun tempat pakan serta minumnya ternak.Perawatan pada ternak terkait pakan dan minum yang harus dicegah yang berakibat fatal bagi ternak.
Kedua dijelaskan tentang cara fermentasi jerami utuk pakan ternak dengan ukuran atau dosis unsur bahan pembuatan tape jerami, yang 1 ton jerami mampu bertahan sebagai bahan persiapan pakan ternak selama satu panen.
[quote]
“Peternak harus untuk mempercepat penggemukan pemberian pakan harus diselingi dengan kosentrat. Kosentrat juga bisa diolah sendiri bila biaya tidak memungkinkan beli pabrik. Begitu pula obat tradisional untuk vitamin ternakpun bisa diolah sendiri, obat/jamu ini untuk menambah nafsu makan” , terang Safran Karvi.
[/quote]
Pembinaan diakhiri dengan pertanyaan para petani yang mempunyai kendala saat proses dilapangan. Nara sumber PPL Widodo dan Dokter Hewan Supriyanto menjelaskan secara bergantian yang disinkronkan dengan petani ternak yang sudah sukses.
|BisnisSurabaya
































