Sawah terendam banjir di Dusun Putat, Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan – Foto : Sukamto
Harga Gabah di Ngawi Turun Akibat Banjir. Penurunan harga ini dari Rp 4.200 per kilogram menjadi Rp3.900 per kilogram. Petani di Kecamatan Kwadungan, Syamsul Kaderi, Sabtu, mengatakan, harga gabahnya turun setelah tanaman padi siap panennya terendam banjir pada pekan lalu akibat luapan Sungai Bengawan Madiun.
[quote]
“Terendam banjir selama beberapa hari membuat bulir padi kualitasnya jelek. Akibatnya harga merosot dari Rp4.200 per kilogram jadi Rp3.900 per kilogram,” ujarnya kepada wartawan seperti dilansir Antara Jatim.
[/quote]
Pihaknya hanya pasrah, karena kandungan air di gabahnya memang tinggi pascabanjir yang melanda wilayah Kwadungan pada pekan lalu. Sebagian gabah lainnya yang belum laku ia jemur, namun juga tidak maksimal karena minimnya sinar matahari. Curah hujan diperkirakan masih tinggi.
Kondisi yang sama juga terjadi di daerah lain yang terdampak banjir. Terdapat empat kecamatan di Kabupaten Ngawi yang pekan lalu terendam banjir. Diperkirakan ada sekitar 1.500 hektare lebih sawah yang terkena banjir. Data BPBD Kabupaten Ngawi mencatat, ada empat kecamatan di Ngawi yang terkena banjir. Yakni Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Padas, dan Geneng.
“Banjir terparah melanda Kecamatan Kwadungan yang melanda di sekitar tujuh desa. Selain rumah warga, sawah di daerah tersebut juga terendam air,” kata Kepala Pelaksana BPBD Ngawi Eko Heru Cahyono.
Empat kecamatan yang terkena banjir tersebut berada di aliran Sungai Bengawan Madiun dan Bengawan Solo sehingga rawan saat air kedua sungai besar tersebut meluap.
BPBD meminta warga yang berada di wilayah banjir untuk waspada jika ketinggian air semakin tinggi. Terlebih sesuai prediksi bulan Oktober sebagian wilayah di Jatim suadh masuk musim hujan.
Sumber : Antara Jatim
































